Prabowo subianto sang humanis, tegas dan berani
Berita  

Dipandang Meriah: Tari Tradisional Bali Sambut Wisman Kapal Pesiar Pertama di Benoa

Dipandang Meriah: Tari Tradisional Bali Sambut Wisman Kapal Pesiar Pertama di Benoa

Penari tradisional menyambut penumpang kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/12) (ilustrasi).

DENPASAR — Wisatawan mancanegara yang menumpangi kapal pesiar sandar perdana tahun baru 2024 di Pelabuhan Benoa disambut atraksi budaya.

“Kami suguhkan rangkaian tari Bali untuk memberikan pengalaman budaya kepada wisatawan mancanegara,” kata Kepala Pelindo Sub Regional Bali Nusa Tenggara Fariz Hariyoso di Denpasar, Bali, Senin (1/1/2024).

Sesaat setelah kapal pesiar berbendera Bahama itu sandar sekitar pukul 07.00 Wita di dermaga selatan Terminal Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, satu per satu para penumpang kemudian langsung disambut tari Bali. Kapal pesiar sepanjang 294 meter itu diperkirakan membawa sekitar 2.350 penumpang dan 1.033 kru kapal yang dijadwalkan sandar di Benoa, Bali, hingga Selasa (2/1/2024).

Setelah menikmati atraksi budaya, mereka kemudian langsung mengunjungi destinasi wisata yang ditawarkan para agen perjalanan wisata. Bahkan, beberapa di antara wisatawan itu berkeliling dulu di sekitar terminal dan berbelanja kerajinan yang dijual pelaku UMKM.

“Ini menjadi yang kedua kali saya ke Bali tapi menumpangi kapal pesiar adalah yang pertama kalinya. Saya akan berwisata ke pantai, pura dan ke Ubud,” kata Carlos Ojeda, wisatawan asal California, Amerika Serikat.

Selain Carlos, ada juga wisatawan asal Inggris, Neil, yang berkunjung di Bali untuk pertama kalinya bersama tiga anggota keluarganya. Ia bersyukur tiba di Bali dengan disambut cuaca cerah sehingga mendukung aktivitas wisata selama di Pulau Dewata.

“Saya ingin melihat budaya Bali lebih dalam dan memanfaatkan kunjungan singkat ini dengan menikmati sesuatu yang beda misalnya ke pantai dan pura Bali,” ucapnya.

Pelindo Cabang Pelabuhan Benoa Denpasar juga menyuguhkan penampilan seni tari di area dermaga yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 Wita. Pertunjukan budaya yang ditampilkan di antaranya Tari Jauk Manis dan Tari Jauk keras yang mengisahkan tentang raja baik hati dan senang melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman hidup.

Selain itu ada juga tari Legong Keraton yang dibawakan tiga orang penari yang menceritakan tentang rasa syukur kepada Sang Pencipta dan leluhur atas berkat yang diberikan kepada manusia.

Sumber:
Republika