32.3 C
Jakarta
HomeBeritaPersatuan Perangkat Desa Indonesia Meminta Ketua DPRD Bondowoso untuk Maju Sebagai Calon...

Persatuan Perangkat Desa Indonesia Meminta Ketua DPRD Bondowoso untuk Maju Sebagai Calon Bupati

Politik
Persatuan Perangkat Desa Indonesia Minta Ketua DPRD Bondowoso Maju Sebagai Cabup

Momen Halal Bihalal Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen (Foto junalis/suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, BONDOWOSO- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) meminta H. Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso maju sebagai calon Bupati (Cabup) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Hal itu disampaikan Wasil Sekretaris DPD PPDI Bondowoso saat menggelar Halal Bihalal dan Silaturahmi antar perangkat desa, di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Senin (15/4/2024).

Lebih lanjut, Wasil menyatakan, sosok H. Ahmad Dhafir merupakan tokoh sekaligus legislator yang dekat dengan perangkat desa. Ia juga selalu memperjuangkan nasib, serta kepentingan perangkat desa.

“Untuk itu kami persatuan perangkat desa menginginkan Pak Dhafir ini maju di sebagai Cabup. Bagi kami beliau wajib maju sebagai Cabup Pilkada 2024,” ujarnya.

Kata Wasil, Ahmad Dhafir merupakan satu-satunya tokoh selama ini yang selalu mensupport dan mengawal perjuangan perangkat desa di Bondowoso.

Dia memaparkan, saat undang-undang desa baru lahir, ada aturan yang mengharuskan perangkat desa itu memiliki ijazah lulusan SMA sederajat.

“Waktu itu banyak teman-teman perangkat desa Ijazahnya masih lulusan SMP. Agar perangkat yang hanya lulus SMP bisa tetap terus bekerja sebagai perangkat desa, kemudian H. Ahmad Dhafir menginisiasi dan membuat Peraturan Daerah (Perda) Peralihan, agar perangkat desa bisa terus bekerja, dengan catatan mengikuti sekolah kejar paket selama 3 tahun,” ungkapnya.

Dampak dari Perda itu, lanjut Wasil, akhirnya perangkat desa di Bondowoso yang ijazahnya masih lulusan SMP ternyata bisa terselamatkan dan tidak ada yang diberhentikan.

Sementara di daerah lain saat itu banyak terjadi pemberhentian, karena dampak aturan undang undang desa tersebut dan tidak ada yang memperjuangkan.

Menurut Wasil, H. Ahmad Dhafir merupakan bapak dari perangkat desa Bondowoso, karena selalu getol memperjuangkan nasib perangkat desa.

“Bagi persatuan perangkat desa, sosok H. Ahmad Dhafir bukan hanya sekali dua kali memperjuangkan kepentingan perangkat desa. Namun beliau berkali-kali perjuangkan nasib abdi desa, bahkan ketika ada permasalahan beliau juga hadir,” ujarnya.

Pihaknya memaparkan, ada 3 ribu orang lebih anggota PPDI di Kabupaten Bondowoso, tentunya atas perjuangan H. Ahmad Dhafir, pera perangkat desa tidak akan pernah bisa melupakan perjuangan beliau.

“Kemarin juga dirasakan perjuangan Ahmad Dhafir soal keterlambatan Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa,” ujarnya.

Pihaknya menilai, sosok H. Ahmad Dhafir di mata perangkat desa merupakan legislator yang tegak lurus dan tidak pandang bulu soal penerapan aturan.

Misalnya, ketika pelaksanaan aturan itu salah maka beliau katakan salah. Jika benar, maka beliau katakan benar.

“Perangkat desa juga menganggap sosok Ketua DPRD Bondowoso itu merupakan sosok yang merangkul semua golongan, nyaman berkomunikasi dengan siapa saja dan tidak elitis,” pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait