HomeBeritaBanjir Bandang Terjang Pakis Jember, Pegawai Kecamatan Panti Hilang

Banjir Bandang Terjang Pakis Jember, Pegawai Kecamatan Panti Hilang

Banjir Bandang Terjang Pakis Jember, Pegawai Kecamatan Panti Masih Hilang

Hujan deras yang turun sejak siang berubah menjadi bencana di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, pada Senin malam. Arus banjir bandang dari Sungai Badean datang membawa lumpur, bambu, dan potongan kayu, lalu menghantam permukiman warga dalam waktu singkat. Sejumlah dapur rumah rusak, puluhan rumah terendam, dan satu warga terseret arus hingga belum ditemukan sampai malam.

Arus Sungai Badean Tiba-tiba Meluap

Banjir bandang tersebut muncul setelah debit air sungai naik mendadak akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak siang hari. Material yang terbawa arus memperparah dampak di permukiman warga. Selain merusak dapur rumah, banjir juga menggenangi kandang ternak dan meninggalkan lumpur di banyak titik rumah warga.

Situasi di lokasi sempat membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan diri. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke rumah warga bernama Her di Desa Pakis. Hingga malam, para pengungsi masih bertahan di lokasi tersebut sambil menunggu kondisi benar-benar membaik.

Wahid Belum Ditemukan

Korban yang hilang diketahui bernama Wahid, staf Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa Pakis. Pencarian dilakukan sejak kejadian, namun hingga malam hari keberadaannya belum juga ditemukan. Rencana pencarian dilanjutkan keesokan paginya setelah kondisi memungkinkan.

Tim penanganan bencana dari BPBD Jember bersama para relawan langsung bergerak ke lokasi untuk membantu warga dan melakukan penanganan darurat. Di tengah kondisi cuaca yang mulai berawan dan air sungai yang perlahan surut, upaya pencarian serta pendataan kerusakan tetap berjalan.

Warga Diminta Tetap Siaga

BPBD Jember juga menyiapkan langkah lanjutan untuk pembersihan sisa material banjir dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Meski penanganan sempat menemui sejumlah kendala, koordinasi antarlembaga dan relawan terus dilakukan agar kebutuhan warga bisa segera ditangani.

Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini membuat ancaman banjir susulan belum sepenuhnya hilang, terutama di kawasan yang berada dekat aliran sungai.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait