Yoga dan meditasi menjadi cara Grand Mercure Malang Mirama memperingati Hari Batik Nasional. Bekerja sama dengan Het Yoga Studio, hotel tersebut menggelar kegiatan bertema “Pause, Breathe, Reconnect” di Ebisu Japanese Restaurant Malang, Jumat (3/10/2026).
Sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan mengikuti rangkaian latihan dengan mengenakan busana atau aksesori yang memiliki sentuhan batik. Kegiatan ini dirancang bukan semata sebagai aktivitas olahraga, melainkan juga sebagai ruang untuk membangun kesadaran mengenai keseimbangan kesehatan fisik dan mental atau wellbeing.
Yoga, meditasi, dan apresiasi terhadap batik
Penggabungan yoga dengan unsur batik menjadi bagian dari upaya mempertemukan gaya hidup sehat dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia. Para peserta diajak menikmati latihan sekaligus menampilkan batik dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama Sugito Adhi mengatakan, kegiatan tersebut dibuat untuk menghadirkan cara berbeda dalam merayakan Hari Batik Nasional.
“Kami ingin menghadirkan cara baru dalam merayakan Hari Batik Nasional. Lewat kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental (wellbeing), kami percaya bahwa menjaga kebugaran diri dapat berjalan seiring dengan melestarikan kebudayaan. Melihat para peserta bergerak dengan anggun dalam balutan batik adalah wujud harmoni yang indah,” ujar Sugito.
Menurut penyelenggara, suasana kegiatan semakin meriah melalui kompetisi Best Dress Code. Dalam kompetisi itu, peserta diberi kebebasan memadukan pakaian olahraga dengan unsur batik secara fleksibel, nyaman, dan tetap stylish.
Kreasi busana olahraga dengan unsur batik
Peserta yang dinilai mampu menampilkan perpaduan busana olahraga dan batik secara kreatif memperoleh hadiah yang telah disiapkan. Kompetisi tersebut juga diarahkan untuk menunjukkan bahwa batik dapat digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk olahraga dan gaya hidup modern.
Grand Mercure Malang Mirama berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh, ketenangan pikiran, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Bagi penyelenggara, batik tidak hanya dikenakan dalam acara formal, tetapi juga dapat hadir dalam kegiatan yang lebih santai dan aktif.
Owner Het Yoga Studio Sharfina Ghaisani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman positif karena menggabungkan aktivitas kesehatan dengan momentum pelestarian budaya.
“Kami sangat antusias bisa menjadi bagian dari perayaan Hari Batik Nasional ini. Melihat para peserta bergerak di atas matras dengan balutan dan sentuhan batik yang anggun, ditambah antusiasme mereka memperebutkan Best Dress Code, menciptakan energi positif yang luar biasa. Kolaborasi ini membuktikan bahwa gaya hidup sehat dan pelestarian budaya bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Sharfina.
Melalui “Pause, Breathe, Reconnect”, yoga dan batik diposisikan dalam satu kegiatan yang menekankan bahwa menjaga kesehatan diri dan merawat warisan budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat modern.
