28.4 C
Jakarta
HomeBeritaAjakannya Kementan kepada ICMI untuk Maksimalkan Lahan Tidur demi Mewujudkan Swasembada Pangan.

Ajakannya Kementan kepada ICMI untuk Maksimalkan Lahan Tidur demi Mewujudkan Swasembada Pangan.

Guna mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para kader Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang belum tergarap atau lahan tidur. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam acara National Leadership Camp (NLP) ICMI pada Jumat (3/11/2023) di Auditorium Prof Dr Amiruddin, Universitas Hasanuddin, Makassar.

“Optimalisasi lahan tidur merupakan salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan, seperti contohnya lahan rawa yang saat ini mencapai 10 juta hektare tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, juga terdapat banyak potensi lain yang bisa dilakukan melalui implementasi teknologi dan modernisasi pertanian,” ujar Amran.

Menurut Amran, ia yakin swasembada beras dapat dicapai dengan cepat jika lahan rawa mendapat perhatian dari semua pihak. Lahan rawa seluas 10 juta hektare tersebut jika dikelola dengan optimal dapat memberikan dampak besar terhadap produksi nasional.

“Mari kita menjadi lumbung pangan bagi negara lain, dan lahan 10 juta hektare ini bisa kita siapkan untuk generasi kita di masa mendatang. Saya mengajak ICMI karena sektor pertanian ini bisa membuat Indonesia menguasai dunia,” ujar Mentan.

Amran menyebut bahwa saatnya mengembalikan keadaan Indonesia dari importir beras dan beberapa komoditas menjadi negara eksportir pangan dunia. Ia menekankan pentingnya peningkatan produksi nasional melalui penyediaan benih, pupuk, alsintan, serta memperkuat kerjasama dan kolaborasi dengan semua pihak.

“Kita saat ini masih mengimpor 3,5 juta ton beras, angka yang sangat besar. Karena itu, kita harus bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri. Bagaimanapun, kita harus mampu mengekspor pangan, terutama untuk kemanusiaan,” katanya.

Amran juga menambahkan bahwa krisis pangan yang ada saat ini hanya dapat diantisipasi dengan peningkatan produksi pertanian. Baginya, ketahanan pangan memiliki tingkat penting yang sama dengan ketahanan nasional. Oleh karena itu, ia berharap krisis yang terjadi saat ini tidak berlanjut, karena dapat berdampak buruk pada krisis politik dan menyebabkan kekacauan.

“Dunia saat ini menghadapi krisis pangan akibat kondisi geopolitik serta dampak perubahan iklim. Setiap negara fokus untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Mari kita tingkatkan produksi pertanian,” kata Amran.

Sumber: Republika

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait