Indonesia memiliki garis pantai lebih dari 99.000 kilometer dan menjadikannya negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan hayati laut yang tak ternilai. Lebih dari 76% spesies karang dunia dan 3.000 spesies ikan hidup di perairan Nusantara, membuat Indonesia menjadi pusat Coral Triangle global. Meskipun demikian, ancaman terhadap kekayaan laut ini semakin serius akibat degradasi terumbu karang, pencemaran plastik, sedimentasi, dan pemutihan massal karang.
Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 35% terumbu karang Indonesia rusak sedang hingga parah, sementara hutan mangrove terus menyusut karena ekspansi tambak dan pembangunan pesisir. Nelayan kecil dan komunitas pesisir mengalami tekanan ekonomi yang mendorong praktik pemanfaatan sumber daya laut yang tidak berkelanjutan, menciptakan lingkaran masalah keterkaitan antara kemiskinan dan kerusakan ekologis.
Kondisi ini mendorong konservasi laut menjadi isu keadilan sosial, ketahanan pangan, dan kedaulatan bangsa. Survei dilakukan untuk memahami persepsi dan harapan masyarakat terhadap kondisi laut serta kebijakan pengelolaannya. Laporan survei ini menjadi upaya dokumentasi suara masyarakat dan analisis terkait demografi masyarakat Indonesia yang peduli pada konservasi laut.
Temuan dalam laporan ini diharapkan dapat menjadi dasar argumentasi ilmiah untuk mendukung kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut. Dengan bukti empiris yang kuat dan dukungan suara publik yang terorganisir, diharapkan perubahan kebijakan yang nyata dapat terwujud...