29.2 C
Jakarta
HomeBeritaErick Thohir Mengharapkan CIPP Menjadi Dorongan untuk Transisi Energi, Bukan Sekadar Sebuah...

Erick Thohir Mengharapkan CIPP Menjadi Dorongan untuk Transisi Energi, Bukan Sekadar Sebuah Dokumen

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir memastikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjalankan agenda transisi energi untuk menurunkan emisi karbon. Peluncuran Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif (CIPP) atau dokumen yang memuat proyek transisi energi diharapkan tidak hanya berakhir di atas kertas.

“Peluncuran dokumen CIPP ini menandakan masa perencanaan yang telah berakhir dan kini saatnya memasuki masa implementasi. Saya berharap ini bukan hanya saja kertas tapi bagaimana kita bersama-sama bisa mengimplementasi dan komitmen sama-sama untuk dunia yang lebih baik,” kata Erick saat peluncuran CIPP Pelaksanaan Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transitions Partnership/JETP) di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Erick juga menyatakan bahwa Indonesia telah banyak melakukan upaya dalam mengurangi emisi karbon. Terbaru, Indonesia telah berkomitmen menjadikan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) menjadi kota yang 100 persen disuplai dari listrik bersih. Selain itu, Indonesia juga sudah memiliki PLTS terapung Cirata yang menjadi terbesar ketiga di dunia sebagai wujud komitmen Indonesia beralih ke sumber energi bersih.

Erick juga menilai bahwa banyak proyek transisi energi Indonesia yang butuh kolaborasi dan dukungan global. Indonesia menargetkan untuk mengurangi gas rumah kaca hingga 250 juta ton Co2 dan meningkatkan bauran energi bersih hingga 44 persen di tahun 2030.

“Pendanaan dalam JETP hanya sedikit dari apa yang dibutuhkan Indonesia untuk bisa melakukan transisi energi sampai dengan tahun 2030. Maka dari itu diharapkan bahwa dana JETP dapat mengkatalisasi investasi dan dukungan lebih besar bagi transisi energi Indonesia,” kata Erick.

Perumusan dokumen CIPP ini didukung oleh berbagai badan internasional dan multilateral, seperti International Energy Agency (IEA), World Bank, Asian Development Bank (ADB), dan United Nations Development Programme (UNDP). Selama proses perumusan dokumen CIPP, telah dilaksanakan proses konsultasi dengan kalangan investor, pelaku usaha, dan unsur masyarakat. Dokumen ini juga telah menerima masukan publik dalam masa konsultasi publik yang dilaksanakan pada bulan November 2023. Selanjutnya, Sekretariat JETP juga akan segera membentuk kelompok kerja kelima yang akan fokus pada dekarbonisasi sektor demand melalui strategi elektrifikasi dan efisiensi energi.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait