28.4 C
Jakarta
HomeBeritaSandiaga Mengajak Pengusaha China Untuk Berinvestasi di Labuan Bajo dengan Lahan 400...

Sandiaga Mengajak Pengusaha China Untuk Berinvestasi di Labuan Bajo dengan Lahan 400 Hektare

Lanskap pantai terlihat di jalan menuju Golo Mori Convention Center (GMCC) di Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (6/12/2023). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meresmikan Golo Mori Convention Center (GMCC) yang dapat digunakan untuk kegiatan Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) berstandar internasional. Lokasi GMCC berada antara perbukitan di kawasan Golo Mori dengan menyajikan lanskap hamparan laut dan Pulau Rinca yang termasuk kedalam Taman Nasional Komodo situs warisan dunia UNESCO. Selain itu, Fasilitas GMCC terdiri dari convention hall dengan kapasitas 400 orang, VVIP Lobby 400 orang, VVIP lounge 29 orang, VIP room 12 orang, media center 50 orang serta amphitheater kapasitas 500 orang. Kawasan GMCC ini dilengkapi dengan beach club, observation deck serta dermaga kayu. Akses menuju The Golo Mori dapat ditempuh dengan jarak 25 kilometer dari Labuan Bajo yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi warga sekitar. Direktur Utama ITDC Ari Respati berharap, keberadaan GMCC dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan konvensi di Indonesia. Kawasan MICE Golo Mori ini nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan dilengkapi fasilitas hotel dan resort berbintang, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism) pelabuhan wisata dan penyeberangan serta fasilitas penunjang wisata lainnya, sehingga mampu menjadi magnet baru parawisata di Indonesia Timur.

JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengundang lebih banyak pebisnis asal China untuk menanamkan modalnya di destinasi wisata baru di Labuan Bajo NTT, Parapuar yang menjadi kawasan pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Penawaran tersebut, disampaikan langsung Sandiaga dalam Forum Kemitraan Bisnis Indonesia dan Tiongkok ke-4 yang digelar di Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo, Selasa (5/12/2023).

“Salah satu yang kami tawarkan adalah 400 hektare lokasi di Parapuar yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Fokusnya pada biodiversity dan sustainability dengan empat zona tematik yaitu zona kebudayaan, leisure, alam liar, dan petualangan,” kata Sandiaga, dalam keterangan resminya diterima Kamis (7/12/20203).

Menurut Sandiaga, mengundang lebih banyak investor dilakukan untuk tujuan menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium berkelas dunia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Sandiaga menginginkan investasi pariwisata yang masuk di Labuan Bajo mampu memberikan dampak bagi masyarakat lokal. Dan perubahan paradigma pariwisata 3s yang semula sun, sea, and sand berubah menjadi serenity, sprituality, and sustainability.

“Kita ingin investasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif yang bisa menciptakan enam kali lipat lebih banyak jumlah lapangan kerja untuk masyarakat lokal yang berbasis quality and sustainability,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menuturkan, Labuan Bajo yang dulunya hanya berfokus pada pembangunan sektor perikanan dan pertanian sekarang bertahap menjadi destinasi wisata unggulan.

Dikatakan Sandiaga, selama lima tahun terakhir, pemerintah telah terus berupaya membangun Labuan Bajo. Sekaligus dengan mengadakan berbagai acara tingkat dunia di Labuan Bajo salah satunya KTT ASEAN yang telah digelar pada Mei 2023.

“Bukan hanya infrastruktur dasar tapi juga aksesibilitas, amenitas, dan yang terpenting SDM dibangun beriringan,” ujarnya.

Sumber: Republika

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait