Proses naturalisasi empat calon pemain Timnas Indonesia, termasuk Mauro Zijlstra dan tiga pemain untuk timnas putri, bergerak ke tahap baru. Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani dokumen untuk keempatnya, dan sekarang menunggu pembahasan di DPR RI pada bulan Agustus 2025. Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam sebuah pernyataan di Jakarta. Dia optimis bahwa proses di parlemen akan berjalan lancar karena telah terjadi komunikasi intensif dengan pihak legislatif.
Erick juga mencatat bahwa proses naturalisasi ini tidak boleh dianggap sebagai jalan pintas semata. PSSI juga sedang fokus membangun sistem pembinaan pemain lokal secara menyeluruh. Targetnya adalah memastikan bahwa pemain yang dinaturalisasi tetap memiliki komitmen untuk membela tim nasional Indonesia. Selain itu, Erick mengungkap bahwa ada rencana tambahan untuk menaturalisasi pemain keturunan sebelum Oktober 2025, dengan harapan mereka dapat berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, identitas pemain tersebut belum diungkapkan hingga proses administrasi selesai. Menurut Erick, hal ini harus dilakukan dengan benar sesuai prosedur yang ketat dari FIFA terkait naturalisasi.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Mauro Zijlstra bisa segera memperkuat Timnas U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 atau setidaknya tampil dalam laga uji coba di Surabaya pada bulan yang sama. Erick juga menegaskan bahwa proses naturalisasi harus dilakukan dengan benar dan tidak boleh dipandang sebagai jalan pintas untuk meningkatkan prestasi tim nasional. Karena prestasi tim nasional hanya akan menjadi “quick win” jika dibangun dari dasar yang kuat.
