Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan bahwa langkah awal penanganan pascagempa di Pulau Sapudi tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga melibatkan proses asesmen yang komprehensif. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan pentingnya data lapangan dalam menentukan arah penyaluran bantuan agar semua kebutuhan warga terdampak terakomodasi dengan baik. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi turun langsung ke Kecamatan Nonggunong dan Gayam untuk mendata kerusakan, kebutuhan warga, serta kondisi korban terdampak. Gempa berkekuatan 6,5 magnitudo yang terjadi pada Selasa (30/09/2025) mengakibatkan kerusakan signifikan di dua kecamatan tersebut. Kerjasama lintas lembaga dalam penanganan bencana ini diapresiasi oleh Bupati Sumenep, sementara Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menegaskan pentingnya asesmen untuk memastikan data kerusakan terverifikasi dengan baik. Seluruh instansi berkomitmen untuk mempercepat langkah pemulihan agar masyarakat terdampak segera bisa kembali beraktivitas normal setelah gempa.
