23.9 C
Jakarta
HomeBeritaTim Tata Kelola Udang Berkelanjutan: Kemenko Pangan dan Banyuwangi Tutup Kesepakatan

Tim Tata Kelola Udang Berkelanjutan: Kemenko Pangan dan Banyuwangi Tutup Kesepakatan

Pemerintah pusat melalui Kemenko Pangan bersama Konservasi Indonesia (KI) dan Pemkab Banyuwangi telah membentuk Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan. Tujuan pembentukan tim ini adalah untuk memperkuat tata kelola sektor udang yang ramah lingkungan di daerah. Acara peluncuran tim tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Kemenko Pangan, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Senior Ocean Program Advisor KI Victor Nikijuluw, dan Ketua Shrimp Club Indonesia, Prof. Andi Tamsil. Pembentukan tim ini bertujuan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi sektor udang, seperti penyakit di tambak, keterbatasan energi, dan masalah perizinan.

Menurut Cahyadi, udang merupakan komoditas strategis nasional yang perlu ditangani dengan tata kelola yang terintegrasi. Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pembentukan tim karena memiliki modal yang kuat, baik dari sisi sosial, komunitas pembudi daya, maupun dukungan pemerintah daerah. Harapannya adalah model kolaborasi seperti yang dilakukan di Banyuwangi dapat diterapkan secara nasional.

Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan dipimpin oleh Dinas Perikanan Banyuwangi dan terbagi menjadi delapan komisi yang berfokus pada berbagai aspek, mulai dari konservasi, industri, regulasi, hingga teknologi dan inovasi budi daya. Pembentukan tim ini juga mendapat dukungan dari Konservasi Indonesia, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait lainnya. Harapannya adalah dengan struktur yang lebih terarah, produktivitas sektor budidaya udang dapat meningkat secara efisien dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan pentingnya keberadaan tim pelaksana ini dalam memberikan arah bagi masa depan industri udang di daerah. Roadmap kerja tim akan terintegrasi dalam kebijakan daerah, dengan tujuan meningkatkan produktivitas tambak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya adalah tim ini dapat menjadi contoh nasional dalam pengelolaan udang yang adaptif, berkelanjutan, dan inklusif.

Source link

Stay Connected
[td_block_social_counter facebook="#" manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" twitter="#" youtube="#" manual_count_youtube="61453" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ=="]
Berita Pilihan
Berita Terkait