Sejumlah pengusaha tambang batu yang tergabung dalam Paguyuban Slamet Selatan bersama puluhan sopir dump truk melakukan mediasi di rumah makan Pedesaan di Desa Selarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Protes sopir truk terhadap kenaikan harga batu belah di Cilacap berujung pada mediasi antara kedua belah pihak. Pihak penambang meningkatkan harga batu belah dari Rp90 ribu per kubik menjadi Rp150 per kubik, namun sopir truk menilai kenaikan tersebut memberatkan mereka. Dalam mediasi, terjadi negosiasi antara perwakilan sopir truk dengan pengusaha tambang. Meskipun situasi sempat tegang, akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan terkait harga batu belah dan harga lainnya seperti crop, base course, dan batu wadas. Kesepakatan ini disambut baik oleh anggota Paguyuban Slamet Selatan dan pengusaha tambang serta sopir dump truk di Cilacap. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pengusaha tambang dan sopir truk, menciptakan saling untung dalam kerjasama ke depan.
