Lari trail merupakan olahraga yang menggabungkan adrenalin, alam, dan ketahanan mental. Dimulai dari Eropa, cabang olahraga ini populer di negara-negara seperti Inggris, Skotlandia, dan Swiss, bahkan menjadi bagian dari tradisi lokal. Indonesia pun mulai mengikuti jejak tersebut dengan lari trail yang semakin berkembang sejak awal 2000-an. Dukungan dari bentang alam Indonesia yang dramatis membuat olahraga ini tidak hanya menjanjikan secara prestasi tetapi juga potensial sebagai sport tourism.
Dalam upaya mengembangkan olahraga lari trail di Indonesia, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, melantik Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) untuk masa bakti 2025–2029. Peluang lari trail tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB pun menjadi sorotan, yang memerlukan kerjasama antara PP ALTI, KONI, dan pemerintah provinsi tuan rumah.
Dengan pertumbuhan komunitas lari trail yang cepat, Bima Arya menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi agar booming popularitas olahraga ini bisa beralih menjadi prestasi yang solid. Fokus utama PP ALTI adalah pada tata kelola organisasi mulai dari tingkat nasional hingga klub agar pembinaan dapat berjalan secara sistematis. Dengan demikian, lari trail di Indonesia memiliki potensi untuk meraih prestasi dan juga menarik minat wisatawan yang mencari pengalaman berlari di alam yang indah.
