HomeBeritaSilek Kumango: Mempertahankan Karakter Generasi Muda

Silek Kumango: Mempertahankan Karakter Generasi Muda

Silek Kumango Jadi Titik Tekan Shadiq dalam Penguatan Karakter Generasi Muda

Batusangkar kembali menjadi ruang pertemuan antara politik kebangsaan dan akar budaya lokal. Dalam kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan, M. Shadiq Pasadigoe menempatkan pelestarian budaya sebagai salah satu jalan penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter. Menurutnya, nilai kebangsaan tidak cukup disampaikan lewat slogan, tetapi harus hadir dalam keseharian masyarakat melalui adat, tradisi, dan warisan budaya yang masih hidup.

Budaya Lokal sebagai Sarana Pendidikan Karakter

Shadiq menegaskan bahwa pembinaan generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Di tengah perubahan sosial yang cepat, budaya lokal disebutnya sebagai ruang yang efektif untuk menanamkan disiplin, sopan santun, penghormatan kepada guru, serta kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai itu, kata dia, bukan hanya membentuk pribadi yang kuat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran berbangsa yang lebih kokoh.

Ia menilai, upaya memperkuat karakter tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sosial tempat anak muda tumbuh. Karena itu, adat istiadat dan praktik budaya yang masih dijaga masyarakat harus terus diberi tempat dalam proses pembinaan generasi penerus.

Silek Kumango dan Identitas Minangkabau

Salah satu yang menjadi sorotan dalam pernyataannya adalah Silek Kumango, aliran silek yang berkembang di Tanah Datar. Bagi Shadiq, silek bukan sekadar warisan bela diri, melainkan bagian penting dari identitas budaya Minangkabau. Di dalamnya terkandung nilai pembentukan sikap, mental, dan moral yang relevan untuk masa kini.

Ia menekankan bahwa pelestarian silek memiliki makna lebih luas daripada sekadar menjaga tradisi. Di tangan generasi muda, silek dapat menjadi sarana pendidikan yang menumbuhkan kedewasaan, keteguhan sikap, dan rasa hormat terhadap nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Menjaga Budaya, Menjaga Kebangsaan

Shadiq juga mengaitkan pelestarian budaya lokal dengan penguatan identitas nasional. Menurutnya, masyarakat yang merawat tradisi tidak sedang berjalan menjauh dari Indonesia, justru sedang memperkuat fondasi kebangsaan dari tingkat paling dasar. Karena itu, budaya daerah perlu terus dijaga agar nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan itu, Shadiq menegaskan komitmennya untuk terus menyerap aspirasi masyarakat sambil mendorong penguatan karakter generasi muda lewat pelestarian budaya daerah. Dalam pandangannya, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun dari kebijakan, tetapi juga dari kemampuan merawat akar budaya yang membentuk watak warganya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait