Api yang melalap empat rumah produksi batu bata di Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, pada Kamis malam, meninggalkan kerugian material yang tak sedikit. Dalam hitungan cepat, bangunan-bangunan sederhana itu hangus setelah kobaran api merambat dari satu titik ke titik lain, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta. Meski kejadian berlangsung hebat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Api Cepat Membesar di Bangunan Sederhana
Kebakaran ini menjadi sulit dikendalikan karena sebagian besar bangunan rumah produksi terbuat dari bambu, kayu, dan beratap alang-alang. Saat api mulai muncul dari salah satu rumah produksi, hembusan angin membuat si jago merah cepat menjalar ke tiga bangunan lainnya yang berada di sekitar lokasi. Warga yang mencoba membantu memadamkan api pun kewalahan menghadapi kobaran yang terus membesar.
Petugas Pemadam Kebakaran Unit Purwanegara, Ungki Dedika Prawira, mengatakan api pertama kali terlihat dari salah satu rumah produksi sebelum akhirnya menyambar bangunan lain di sekitarnya. Kondisi lapangan yang dipenuhi material mudah terbakar membuat upaya awal warga tak banyak membantu menahan laju api.
Dugaan Berawal dari Aktivitas Pembakaran
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran di salah satu rumah produksi batu bata. Meski penyebab pastinya masih mengacu pada dugaan tersebut, peristiwa ini kembali mengingatkan betapa besar risiko pembakaran di area produksi, terutama saat musim kemarau dan ketika angin bertiup kencang.
Sejumlah unsur turut dikerahkan dalam penanganan kebakaran, mulai dari TNI, Polri, FPRB Mandiraja, MDMC, RAPI, hingga warga setempat. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api menjalar ke area lain di sekitar lokasi kejadian.
Peringatan di Tengah Musim Kemarau
Peristiwa di Panggisari menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran, khususnya di kawasan yang banyak menggunakan material mudah terbakar. Dalam kondisi cuaca kering, api kecil sekalipun dapat berubah menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
