Pada Jumat, 20 Maret 2026, pembalap MotoGP, Fabio Quartararo, menyampaikan kekecewaannya terhadap motor terbaru Yamaha M1 yang kini menggunakan mesin V4. Quartararo, yang sebelumnya dipenuhi harapan besar atas perubahan radikal dalam MotoGP 2026, mengkritik bahwa motor baru tersebut tidak memiliki keunggulan yang signifikan. Meskipun Quartararo dan rekannya, Alex Rins, berhasil finis di zona poin pada seri pembuka di Thailand, namun hal ini lebih disebabkan oleh insiden-insiden lainnya daripada kemampuan sebenarnya dari motor Yamaha.
Sinyal serius bagi Yamaha muncul saat performa motor terbaru mereka ternyata masih tertinggal dibandingkan dengan para rivalnya. Setelah menjalani tes privat di Jerez bersama Honda dan KTM, Quartararo menyatakan bahwa umpan balik dari semua pembalap Yamaha adalah sama, yaitu tidak ada satu pun aspek di mana mereka merasa kuat. Tim teknis Yamaha masih kebingungan dalam mencari solusi terbaik untuk memperbaiki performa motor tersebut.
Menyoroti minimnya pembaruan setelah tes di Jerez, Quartararo menyatakan ketidakyakinannya bahwa situasi akan membaik dibandingkan dengan hasil di Thailand. Ia juga menunjukkan bahwa perubahan ke mesin V4 justru memberikan dampak negatif pada performa satu lap bagi para pembalap Yamaha. Menurut Quartararo, dua masalah utama yang masih dihadapi Yamaha adalah tenaga mesin dan feeling pada bagian depan motor. Meskipun balapan MotoGP dijadwalkan akan kembali ke Brasil setelah dua dekade, Quartararo tetap skeptis bahwa hal tersebut akan membawa perubahan signifikan bagi tim Yamaha.
