Pada Minggu, 12 April 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia telah menyiapkan layanan khusus untuk mendukung perkembangan olahraga di tanah air dengan mempermudah proses administrasi yang melibatkan atlet asing. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk memberikan pengalaman yang cepat, ramah, dan profesional kepada atlet dan pelaku olahraga internasional ketika tiba di Indonesia.
Kompetisi olahraga di Indonesia, seperti Super League, Indonesian Basketball League (IBL), dan Proliga, sangat mengandalkan pemain asing. Atlet asing menjadi salah satu elemen penting dalam peningkatan level kompetisi. Dalam musim terbaru, Super League bahkan mengizinkan klub untuk mengontrak hingga 11 pemain asing, dengan syarat tujuh orang dapat dimainkan bersamaan dan sembilan dibawa ke pertandingan.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, telah mengantisipasi kehadiran banjir pemain asing di dunia olahraga Indonesia dengan memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan olahraga tanah air. Dalam acara IBL All-Star 2026, Hendarsam menyatakan bahwa atlet asing yang bermain di kompetisi olahraga Indonesia akan mendapatkan kemudahan dalam proses administrasi.
Untuk meningkatkan layanan bagi atlet asing, Hendarsam berencana untuk membentuk tim khusus yang akan memudahkan proses administrasi. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Imigrasi Indonesia dalam memberikan kemudahan proses administrasi tidak hanya bagi olahraga, tetapi juga bagi seni-budaya dan sains. Tujuannya adalah agar atlet atau orang asing yang datang ke Indonesia merasa diterima dengan hangat dan mendapatkan kesan baik tentang negara ini.
