Menteri PPPA dan Bupati Banjarnegara Sibak Pesantren Ramah Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi bersama Bupati Banjarnegara menegaskan pentingnya pesantren ramah anak. Mereka mengajak para pengasuh pesantren untuk menciptakan lingkungan yang aman, bebas kekerasan, dan penuh kasih sayang.
Aman dan Ramah, Fokus Pesantren Masa Depan
Di acara Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah, Arifah menekankan pengasuh memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan lingkungan pesantren bersih dari kekerasan dan penuh perhatian. Ada empat aspek penting dalam perlindungan santri, mulai dari keamanan fisik hingga kenyamanan emosional dari bullying.
Lebih dari 350 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, seperti pengasuh pesantren putri dan musyrifah dari berbagai wilayah. Mereka memperkuat sistem perlindungan santri berbasis nilai pesantren di Jawa Tengah.
Investasi Penting bagi Masa Depan
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengungkapkan kebanggaannya atas dipilihnya Banjarnegara sebagai tuan rumah acara tersebut. Bagi dia, menciptakan lingkungan pesantren aman dan ramah anak adalah investasi penting bagi masa depan bangsa.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman hukum terkait perlindungan anak, tapi juga pelatihan konseling dan deteksi dini masalah psikologis santri. Mereka juga merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mewujudkan pesantren ramah anak dan perempuan di Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan tokoh perempuan dari berbagai daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, mendukung upaya menciptakan pesantren yang mendukung perkembangan generasi masa depan.
