Tantangan Digitalisasi dalam Dunia Pendidikan Menurut Prof. Mohammad Kurjum
Perkembangan teknologi digital memberikan dampak signifikan pada dunia pendidikan, menurut Prof. Dr. H Mohammad Kurjum, MAg. Di satu sisi, teknologi memperluas akses pengetahuan, namun di sisi lain, menimbulkan tantangan baru terutama dalam pembentukan karakter dan adab peserta didik. Prof. Kurjum menyoroti perubahan pola perhatian generasi muda saat ini yang cenderung pendek dan terfragmentasi akibat terbiasa dengan konten singkat dan instan dari internet.
Dampak Positif dan Negatif Digitalisasi dalam Pendidikan
Prof. Kurjum mengakui bahwa teknologi juga membawa dampak positif. Siswa menjadi lebih cepat dalam menemukan informasi, berkolaborasi melalui media daring, dan memiliki kemandirian belajar yang baik. Namun, terdapat kekhawatiran akan menurunnya motivasi intrinsik dan adab dalam bertanya karena ketergantungan pada jawaban instan dari kecerdasan buatan.
Peran Guru dan Mutu Pendidikan Islam di Masa Depan
Prof. Kurjum menekankan bahwa keseimbangan antara teknologi dan nilai moral dalam pendidikan Islam menjadi tanggung jawab seluruh elemen pendidikan. Guru dan dosen harus tetap menjadi teladan moral, sedangkan lembaga pendidikan dan orang tua bertugas merumuskan kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi yang tepat. Tanpa peran guru yang kuat, teknologi berpotensi membentuk nilai peserta didik tanpa kontrol moral yang memadai.
Di tengah dominasi kecerdasan buatan dan media sosial, Prof. Kurjum meyakini bahwa peran guru sebagai pendamping pribadi dan teladan tidak dapat tergantikan. Meskipun AI mampu memberikan jawaban instan, namun tidak mampu membaca kondisi hati dan kebutuhan spiritual seorang murid.
Dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, Prof. Kurjum melihat dua kemungkinan ekstrim bagi pendidikan Islam. Jika tidak terkendali, pendidikan akan menjadi transaksional dengan peran AI menggantikan guru dan kehilangan adab serta nilai-nilai moral dalam proses pendidikan. Kunci masa depan pendidikan Islam adalah kemampuan mengendalikan AI untuk kepentingan manusia, bukan sebaliknya.
