HomeBeritaPemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Model PNM di Mojokerto

Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Model PNM di Mojokerto

Kunjungan Komisaris Danantara ke PNM Mekaar di Mojokerto

Pada Senin, 21 Juli 2026, jajaran Komisaris Danantara Asset Management melakukan kunjungan ke layanan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Mojokerto. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro. Dalam kunjungan tersebut, para komisaris meninjau berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PNM untuk memahami lebih dalam model pemberdayaan yang diterapkan.

Model Pemberdayaan PNM

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus kunjungan adalah Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Melalui PKM, para nasabah tidak hanya mendapatkan akses permodalan tetapi juga pendampingan dalam pengelolaan usaha, literasi keuangan, dan penguatan jejaring antarpelaku usaha. Pendekatan ini dianggap efektif dalam mendorong keberlanjutan usaha, terutama bagi perempuan prasejahtera.

Menurut Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad, pendampingan yang dilakukan PNM tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pendidikan. Hal ini tercermin dari keberadaan Ruang Pintar PNM dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, yang menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap pemberdayaan.

Layanan PNM di Mojokerto

Hingga Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto melalui 25 Unit Mekaar. Layanan ini didukung oleh 352 Account Officer Pendamping yang memberikan pembinaan kepada 5.515 kelompok mingguan. Secara nasional, PNM telah menjangkau lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera dengan bantuan lebih dari 40 ribu Account Officer di seluruh Indonesia.

Mayoritas nasabah PNM di Mojokerto berasal dari sektor perdagangan, pertanian, jasa, dan industri rumahan. Usaha yang dijalankan oleh para nasabah menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat. Pendampingan yang intensif menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga.

PNM juga aktif dalam program pendidikan melalui Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah. Fasilitas ini memberikan layanan belajar informal bagi anak-anak dari keluarga nasabah PNM dan masyarakat sekitar. Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas pendidikan anak-anak dapat terus ditingkatkan.

Salah satu contoh kesuksesan pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM adalah kisah Sulikah, seorang nasabah PNM Mekaar yang berhasil mengembangkan usahanya dari berjualan jajanan anak-anak menjadi warung bakso dengan berbagai menu tambahan.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait