HomeBeritaUpaya UNAIR Stabilkan SIGAP PERPU di SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi

Upaya UNAIR Stabilkan SIGAP PERPU di SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi

Cegah Kekerasan di Kalangan Remaja: UNAIR Perkuat Program SIGAP PERPU di SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi

Kekerasan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah serius yang perlu perhatian bersama. Banyak remaja yang menjadi korban berbagai bentuk kekerasan namun sering kali memilih diam. Untuk mengatasi hal ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) dari Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan dan Pendampingan Psychological First Aid (PFA) di SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi.

Mengenal Berbagai Bentuk Kekerasan di Sekolah

Kegiatan ini dihadiri oleh 92 peserta, terdiri dari guru, staf sekolah, satgas SIGAP PERPU, dan siswa. Mereka diajak untuk memahami berbagai bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah serta belajar langkah-langkah penanganan awal bagi korban melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA). Kekerasan, terutama verbal, sering dianggap sepele namun dapat berdampak psikologis yang serius pada remaja.

Penguatan Program SIGAP PERPU

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat program SIGAP PERPU yang telah dikembangkan oleh SMA Negeri 1 Genteng untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan. Dengan adanya kolaborasi antara UNAIR dan SMA tersebut, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menolak segala bentuk kekerasan dan peduli terhadap sesama. Media-media edukasi seperti booklet, banner PFA, dan landing page diserahkan kepada sekolah untuk digunakan secara berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, diharapkan kolaborasi antara UNAIR dan SMA Negeri 1 Genteng dapat terus berlanjut melalui pendampingan, penguatan program SIGAP PERPU, serta peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi muda yang berani menolak kekerasan dan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait