PB Akuatik Indonesia Mendukung Wacana Kewarganegaraan Ganda untuk Diaspora
Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia memberikan respon positif terhadap rencana pemerintah untuk membuka skema kewarganegaraan ganda terbatas bagi diaspora yang memiliki talenta dan prestasi di bidang olahraga. Bagi PB Akuatik, kebijakan ini dianggap sebagai kesempatan untuk menemukan atlet potensial yang selama ini berlatih di luar negeri.
Seleksi Kriteria Kewarganegaraan Ganda di Bidang Olahraga
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, menekankan pentingnya menerapkan mekanisme selektif dalam memberikan kesempatan kepada diaspora yang ingin memperkuat Indonesia. Wisnu menegaskan bahwa proses seleksi tidak boleh semata-mata didasarkan pada hubungan darah, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas dan prestasi atlet tersebut.
Potensi Atlet Diaspora yang Berkontribusi di Level Internasional
PB Akuatik Indonesia telah memiliki pengalaman dengan atlet berdarah Indonesia yang tumbuh di luar negeri namun mampu memberikan kontribusi di tingkat internasional. Nama-nama seperti Masniari Wolf dan Felix Viktor Iberle menjadi contoh nyata bahwa diaspora juga dapat menjadi kekuatan olahraga Indonesia.
Masniari Wolf, perenang berdarah Indonesia-Jerman, telah meraih prestasi gemilang dengan memenangkan medali emas dalam berbagai event, termasuk SEA Games. Sementara Felix Viktor Iberle berhasil mencatatkan sejarah sebagai perenang Indonesia pertama yang meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Renang Junior. Keberhasilan keduanya menunjukkan potensi diaspora untuk memperkuat prestasi olahraga Indonesia secara signifikan.
PB Akuatik Indonesia berkomitmen untuk terus memantau dan memperhatikan atlet-atlet muda berdarah Indonesia di luar negeri, sebagai upaya untuk mengidentifikasi bakat dan prestasi yang dapat memberikan kontribusi bagi olahraga tanah air.
