Mahasiswa KKN INSIDA Gresik Ajak Warga Manfaatkan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Sebuah inisiatif menarik dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Agama Islam Daruttaqwa (INSIDA) Gresik. Mereka sukses melakukan edukasi kepada masyarakat seputar pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah dapur menjadi pupuk organik melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Edukasi Berkelanjutan
Acara yang mereka selenggarakan di Dusun Jubel, Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik bertema “Eco-Action” ini berlangsung pada hari Selasa, 1 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa membawa Nur Khosiah sebagai pemateri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajarkan pentingnya memilah sampah sejak sumbernya serta bagaimana limbah organik rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Konsep 3R sendiri menjadi fokus utama dalam edukasi ini, dengan harapan dapat merubah pola pikir dan perilaku dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
Manfaatkan Sumber Daya Lokal
Selain edukasi, mahasiswa Kelompok 5 KKN INSIDA juga memberikan contoh nyata dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Mereka memperkenalkan cara mengolah sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik rumah tangga menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik melalui pembuatan komposter timba tumpuk.
Metode sederhana ini memungkinkan masyarakat untuk menghasilkan dua jenis pupuk organik sekaligus, padat dan cair, dari limbah dapur yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai. Hal ini sejalan dengan semangat Eco-Action yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dan tindakan nyata dalam pengelolaan sampah.
Masyarakat diharapkan dapat terus mengembangkan dan menerapkan langkah-langkah sederhana ini setelah kegiatan KKN berakhir. Dengan demikian, pengelolaan limbah dapat menjadi budaya yang berkelanjutan dan mencerminkan semangat Ekosistem Berperadaban yang diusung oleh INSIDA Gresik.
