HomeBeritaEvaluasi Pola TBB: Kapasitas Dermaga Ketapang-Gilimanuk Prioritas

Evaluasi Pola TBB: Kapasitas Dermaga Ketapang-Gilimanuk Prioritas

Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang Kembali Mencuat, Gapasdap Sebut Kapasitas Dermaga Harus Diperbaiki

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi sorotan karena mencapai 15 kilometer. DPP Gapasdap menyoroti kondisi ini sebagai gangguan bagi masyarakat dan distribusi logistik Jawa-Bali. Selain itu, biaya operasional dan waktu kerja pengemudi juga terdampak oleh antrian panjang tersebut.

Persoalan Kapasitas Dermaga di Ketapang-Gilimanuk

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, menyatakan bahwa jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk cukup memadai, yaitu sebanyak 56 kapal. Namun, kapasitas dermaga yang terbatas menyebabkan hanya sekitar 23 kapal yang dapat dioperasikan setiap hari.

Dermaga MB II Ketapang, misalnya, ditutup untuk peningkatan kapasitas hingga Maret 2027. Sementara Dermaga Bulusan juga belum optimal karena perlu perbaikan setelah dolphin fender roboh ke laut.

Langkah Penanganan Antrean dan Peningkatan Kapasitas

Gapasdap mendorong evaluasi terkait pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) agar kapasitas angkut kapal dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemulihan Dermaga Bulusan dan penyelesaian peningkatan kapasitas Dermaga MB II Ketapang menjadi solusi yang diusulkan.

Selain itu, pengaturan kendaraan dan peningkatan produktivitas dermaga juga perlu menjadi fokus dalam mengatasi antrean kendaraan yang terus memanjang. Keselamatan pelayaran juga menjadi perhatian utama dalam setiap upaya peningkatan kapasitas dermaga.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait