HomeBeritaMenelusuri Dunia Game Online bersama Anak-anak Taletting Soppeng

Menelusuri Dunia Game Online bersama Anak-anak Taletting Soppeng

Anak-anak di Taletting Soppeng Terjebak dalam Dunia Game Online

Pada 10 September 2029, sebuah tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan observasi yang mengungkap fakta mengejutkan mengenai perilaku anak-anak usia 10-15 tahun di Taletting, Kabupaten Soppeng. Mereka ditemukan menghabiskan waktu 5 hingga 10 jam sehari untuk bermain game online.

Fenomena Perilaku Siber pada Anak

Hasil observasi tersebut membuka mata kita terhadap dampak negatif dari kecanduan game online pada anak. Mulai dari peretasan akun, taruhan dalam permainan, hingga penggunaan uang untuk melakukan top up, semua menjadi permasalahan yang meresahkan.

Asmayani, ketua tim peneliti, mengungkapkan bahwa perilaku siber yang terjadi di kalangan anak-anak tidak bisa diabaikan. Anak-anak rentan terpengaruh lingkungan pertemanan, kebiasaan sekitar, dan minimnya pengawasan.

Penelitian dan Penanganan

Penelitian yang dilakukan terhadap 17 anak menemukan bahwa faktor-faktor seperti anomie, kontrol sosial, asosiasi diferensial, dan netralisasi memainkan peran penting dalam membentuk perilaku siber anak. Hal ini menegaskan bahwa masalah game online pada anak tidak bisa dipandang sebelah mata.

Untuk mengatasi masalah ini, tim PKM-RSH 2026 menerapkan pendekatan Siri Mind Therapy yang menggabungkan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan nilai budaya Siri na Pacce. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak memahami diri mereka sendiri dan kembali ke pola pikir yang positif.

Nilai Siri na Pacce juga digunakan untuk meningkatkan kesadaran diri, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain. Orang dewasa di sekitar anak perlu terlibat aktif dalam memberikan pemahaman bahwa dunia digital memiliki konsekuensi nyata yang harus ditanggung.

Observasi ini menjadi panggilan bagi keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk lebih memperhatikan dampak negatif dari kecanduan game online pada anak-anak. Mereka bukan hanya membutuhkan batasan dalam bermain, tetapi juga pendampingan dalam membentuk pandangan positif terhadap dunia di sekitar mereka.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait