Pukulan kanan Ryan Garcia menjadi penentu dalam duel mempertahankan sabuk kelas welter WBC melawan Conor Benn. Petinju Amerika Serikat itu meraih kemenangan TKO setelah wasit menghentikan pertandingan pada menit 1:25 ronde kedua di T-Mobile Arena, Paradise, Nevada, Minggu, 13 September 2026.
Garcia mengambil inisiatif menyerang sejak ronde pembuka. Sejumlah pukulannya menembus pertahanan Benn dan mengenai wajah petinju asal Inggris tersebut. Benn masih dapat membalas, terutama dengan mengarahkan serangan ke bagian tubuh lawannya.
Pertarungan berubah drastis pada ronde kedua. Setelah menemukan celah dalam pertahanan Benn, Garcia melepaskan pukulan tangan kanan yang mendarat telak dan menjatuhkan lawannya ke kanvas. Benn mampu bangkit dan bertahan ketika hitungan wasit mencapai angka 10 sehingga pertandingan masih berlanjut.
Tekanan Garcia memaksa wasit menghentikan duel
Garcia tidak membiarkan Benn memulihkan kondisi ataupun mengembangkan pola serangannya. Begitu duel dilanjutkan, ia kembali menekan dengan rangkaian pukulan. Benn berusaha bertahan, tetapi semakin kesulitan merespons serangan yang datang.
Wasit kemudian menghentikan pertarungan pada menit 1:25 ronde kedua untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Keputusan itu memastikan Garcia menang TKO sekaligus mempertahankan sabuk juara kelas welter WBC.
Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa ancaman Garcia tidak hanya berasal dari tangan kirinya. Hook kanan yang ia lepaskan terbukti efektif untuk merobohkan Benn dan membuka jalan menuju penghentian pertandingan.
Selepas laga, Garcia mengatakan dirinya dapat menjalani pertarungan dengan tenang. Ia juga mengungkapkan bahwa kekuatan tangan kanannya selama ini kerap terkendala masalah cedera.
“Saya merasa tenang,” kata Garcia, seperti dikutip Juara.net dari MMA Fighting. “Saya selalu memiliki pukulan kanan yang kuat, tetapi saya selalu mengalami cedera.”
Garcia turut memberikan apresiasi kepada Benn atas persiapan dan pertarungan yang mereka jalani. “Saya ingin berterima kasih kepada Conor atas persiapan yang luar biasa dan pertandingan yang hebat. Viva Mexico!” ujarnya.
Tantang Teofimo Lopez, buka peluang hadapi Devin Haney
Setelah memastikan sabuk WBC tetap berada dalam genggamannya, Garcia langsung mengarahkan perhatian kepada calon lawan berikutnya. Dua nama yang berpotensi masuk dalam rencananya adalah Teofimo Lopez dan Devin Haney.
Garcia secara terbuka menantang Lopez tidak lama setelah kemenangannya atas Benn. Ia menyampaikan tantangan itu dengan nada keras dan meminta Lopez segera menemuinya.
“Teofimo, cepat kemari!” ucap Garcia. “Kau di mana? Dia mau bikin onar, kita juga bisa bikin onar. Akan kuhajar kau sekarang juga!”
Selain Lopez, Garcia membuka kemungkinan untuk kembali berhadapan dengan Haney. Pertarungan tersebut disebutnya sebagai jalan untuk mengejar status juara tak terbantahkan di kelas welter.
“Semoga kita bisa mengalahkan Devin Haney lagi untuk merebut gelar juara tak terbantahkan. Persetan dengan keluarga Haney!” kata Garcia.
