HomeBeritaAntrean BBM Makassar Mengular, Pertamina Optimalkan Nozzle 24 Jam

Antrean BBM Makassar Mengular, Pertamina Optimalkan Nozzle 24 Jam

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar mulai berkurang setelah Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kota Makassar menerapkan sejumlah langkah pengaturan. Hingga Minggu siang, 15 SPBU dilaporkan tidak lagi mengalami antrean yang meluber ke badan jalan.

Perkembangan tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Minggu (13/9/2026). Pertemuan itu membahas percepatan pelayanan, penguraian antrean, serta kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Makassar.

Buffer zone dibuka 24 jam

Eko mengatakan Pertamina meningkatkan kinerja manajemen dan operator SPBU dengan mengoptimalkan seluruh fasilitas pengisian yang tersedia. Langkah tersebut diambil setelah antrean panjang dalam beberapa hari terakhir sempat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

“Kami dari Pertamina akan meningkatkan kinerja manajemen dan operator SPBU, sekaligus mengoptimalkan seluruh fasilitas pengisian agar pelayanan kepada masyarakat di Makassar berlangsung lebih cepat,” kata Eko.

Pertamina juga membuka buffer zone selama 24 jam. Area ini digunakan untuk mengatur kendaraan sebelum memasuki area pelayanan SPBU agar antrean tidak kembali meluber ke jalan. Selain itu, sekitar 12 SPBU dibuka dengan pelayanan penuh untuk produk Pertalite.

Menurut Eko, optimalisasi nozzle menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat pengisian BBM. Dengan fasilitas yang dimaksimalkan, waktu pelayanan diharapkan lebih singkat sehingga kepadatan kendaraan di sekitar SPBU dapat dikurangi.

“Kita juga sudah membuka buffer zone 24 jam dan kemudian kemarin ada sekitar 12 SPBU yang kita buka full Pertalite,” ujarnya. “Ini juga salah satu upaya agar nozzle yang ada di SPBU bisa dioptimalkan untuk melayani masyarakat, khususnya di Kota Makassar.”

Ganjil-genap untuk mengatur kepadatan

Pemerintah Kota Makassar turut menerapkan kebijakan ganjil-genap sejak Sabtu malam. Eko menegaskan, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU, bukan membatasi akses masyarakat terhadap BBM.

“Sejak tadi malam sudah dikeluarkan kebijakan ganjil-genap untuk pengaturan, sebenarnya bukan pembatasan, tetapi pengaturan,” kata Eko.

Hingga Minggu siang, antrean di 15 SPBU disebut mulai landai. Kendaraan yang mengantre sebagian besar telah berada di dalam area SPBU dan tidak lagi memenuhi badan jalan.

“Alhamdulillah hari ini kami laporkan sampai siang tadi ada 15 SPBU sudah landai. Jadi antreannya tidak sampai ke jalan lagi, hanya di dalam dan itu kita anggap sudah cukup normal,” tuturnya.

Eko mengatakan dirinya bersama tim Pertamina telah berada di Makassar sejak Jumat untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan menyusun strategi penanganan. Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar serta sejumlah elemen masyarakat untuk memperoleh masukan.

Stok BBM dinyatakan aman

Di tengah antrean yang terjadi, Pertamina memastikan stok BBM di Makassar tetap aman. Pasokan dijaga melalui kedatangan kapal pengangkut BBM dan pengoperasian mobil tangki selama 24 jam. Distribusi mencakup Pertalite, solar, dan produk BBM lainnya.

“Secara stok kita aman. Kapal juga akan terus masuk untuk mengirimkan BBM, tidak hanya Pertalite tetapi semua produk, termasuk solar. Mobil tangki juga tetap 24 jam berjalan untuk mendistribusikan ke SPBU,” ujar Eko.

Pertamina meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Perusahaan juga mendukung rencana Pemkot Makassar mengatur waktu pengisian bagi kendaraan besar, seperti truk dan bus. Teknis pelaksanaannya masih akan dibahas bersama tim Pertamina dan pemerintah daerah.

Eko berharap kondisi antrean semakin kondusif dalam beberapa hari ke depan. Ia menyebut kondisi idealnya kembali normal dalam empat minggu, sementara harapannya antrean panjang sudah tidak muncul lagi dalam sepekan.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait