Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan dukungan agar pendidikan anak-anak Soni Marta Andika (40) dan Ponco Budi Raharjo (46) tetap berjalan, meski kedua warga tersebut masih hilang dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8. Kepastian itu disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi keluarga kedua korban, Kamis (17/9/2026).
KM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Sampai saat ini, pencarian terhadap para korban masih berlangsung, termasuk Soni dan Ponco yang berada dalam satu truk pengangkut paket logistik dalam perjalanan dari Jakarta menuju Banjarmasin.
Dua korban menjadi tumpuan keluarga
Soni merupakan warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Ia bekerja sebagai sopir truk. Sementara Ponco, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, berprofesi sebagai kernet. Keduanya disebut menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarga masing-masing.
Dalam kunjungannya, Ipuk menemui keluarga Soni dan Ponco di kediaman masing-masing. Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut sekaligus berharap proses pencarian dapat berjalan lancar.
“Kami merasa prihatin atas kejadian ini. Tentu karena saat ini proses pencarian masih berjalan, kami berdoa semoga prosesnya dimudahkan,” kata Ipuk.
Hilangnya kedua korban turut menimbulkan persoalan ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menginstruksikan instansi terkait untuk memberikan bantuan selama proses pencarian masih dilakukan.
Disiapkan akses pendidikan bagi anak korban
Selain menanyakan kondisi keluarga, Ipuk secara khusus memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak Soni dan Ponco. Soni memiliki dua anak, yakni Firdan Maulana (8), yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Firman Eka Putra (17), siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Adapun Ponco memiliki anak kembar, Safira Niken Raharja (19) dan Tiara Niken Raharja (19). Keduanya sedang menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember (Unej).
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Insyaallah akan turun membantu agar mereka tetap bisa sekolah dan berkuliah,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, pemerintah daerah memiliki sejumlah program yang dapat digunakan untuk membantu kebutuhan pendidikan tersebut. Anak-anak Soni yang masih bersekolah diarahkan untuk memperoleh dukungan melalui Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah atau Garda Ampuh.
Sementara itu, Safira dan Tiara dapat memperoleh bantuan melalui program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif, yang diperuntukkan bagi mahasiswa.
Ipuk berharap keluarga kedua korban diberi kekuatan selama menunggu perkembangan pencarian Soni dan Ponco. “Semoga keluarga tetap diberikan kesabaran dan ketenangan hati,” katanya.
