29.2 C
Jakarta
HomeBeritaPembangunan Pertama Sistem Pengolahan Air Limbah Bawah Tanah oleh Danareksa di Indonesia

Pembangunan Pertama Sistem Pengolahan Air Limbah Bawah Tanah oleh Danareksa di Indonesia

Holding BUMN Spesialis Transformasi dan Investasi PT Danareksa (Persero) dan PT CITIC Envirotech Indonesia telah menandatangani head of agreement pengelolaan air limbah bawah tanah pertama di Indonesia. Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Direktur Investasi PT Danareksa (Persero), Chris Soemijantoro, dan Direktur PT CITIC Envirotech Indonesia, Chong Weng Chiew, pada saat peresmian kantor pusat internasional CITIC Envirotech di Singapura sebagai kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) pada 15 September 2023 di Guangzhou, Cina.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata upaya transformasi dan optimalisasi bisnis anggota holdingnya, terutama untuk pengelolaan tujuh kawasan industri di Indonesia,” ujar Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/10/2023).

Yadi mengatakan Danareksa dan CITIC Envirotech Indonesia akan membangun instalasi pengolahan air limbah bawah tanah pertama di Indonesia dengan teknologi khusus dan desain rekayasa canggih berkapasitas 150 liter per detik (12.960 m3 per hari). Instalasi pertama tersebut akan mulai dilakukan pada November di kawasan industri yang berlokasi di tengah kota Jakarta, yakni di Kawasan Berikat Nusantara untuk berikutnya direncanakan juga dibangun di kawasan industri Holding BUMN Danareksa lainnya.

Danareksa, lanjut Yadi, terus berkomitmen dalam menjalankan amanah yang diberikan pemerintah dalam mengoptimalkan bisnis BUMN anggota holding-nya melalui transformasi dan penciptaan nilai. Pembangunan instalasi pengelolaan air limbah pertama di Indonesia ini menjadi salah satu perwujudan dari transformasi kawasan industri menjadi kawasan industri yang memiliki nilai tambah sebagai kawasan industri yang smart, modern, dan hijau.

“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pembangunan kawasan industri hijau yang berkelanjutan,” ucap Yadi.

Yadi menjelaskan perjanjian kerja sama dengan CITIC Envirotech Indonesia ini akan dilaksanakan menggunakan skema EPC/EPC-F (engineering, procurement, construction, and financing). Kesepakatan ini akan menyediakan teknologi khusus dan desain rekayasa canggih untuk membangun instalasi pengelolaan air limbah bawah tanah berkapasitas hingga 150 l/s (12.960 m3 per hari) dengan tetap bergantung pada hasil studi kelayakan.

“Pembangunan ini pun turut melibatkan sinergi Holding BUMN Danareksa dengan PT Virama Karya (Persero) sebagai pelaksana pra-studi kelayakan,” lanjut Yadi.

Yadi menyampaikan Danareksa dan CITIC Envirotech Indonesia berkomitmen merancang instalasi tersebut dengan persyaratan yang sesuai dengan standar instalasi pengelolaan air limbah bawah tanah internasional, seperti Guangzhou Jingxi dengan kualitas dan kapasitas pengolahan yang sama serta tetap memperhatikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Untuk diketahui, sejak peluncuran Indonesia Water Fund, CITIC Envirotech Indonesia telah menjadi mitra yang aktif dalam membantu Danareksa untuk proyek strategis nasional di kota Binjai dan Medan untuk pembangunan persediaan air EPC-F Daerah dengan kapasitas 300 ribu m3 per hari.

“Ke depannya, CITIC Envirotech Indonesia juga akan bekerja sama dengan Danareksa untuk pembangunan instalasi pengelolaan air limbah untuk tiga kawasan industri Holding BUMN Danareksa lainnya,” kata Yadi.

CITIC Envirotech Indonesia juga merupakan bagian dari BUMN asing yang dipercaya untuk menjalankan proyek pemerintah bersama Danareksa dalam skema EPC/EPC-F. Yadi berharap kekuatan sinergi Holding BUMN Danareksa bersama perusahaan global dapat menghasilkan kekuatan baru di kawasan industri kami serta memberikan manfaat bagi negara untuk kawasan industri yang hijau.

Sumber: Republika

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait