29.2 C
Jakarta
HomeBeritaMenguji Kekhawatiran Konflik di Timur Tengah, Harga Minyak Turun

Menguji Kekhawatiran Konflik di Timur Tengah, Harga Minyak Turun

Harga minyak jatuh dalam perdagangan akhir Kamis dipicu oleh meredanya kekhawatiran tentang konflik di Timur Tengah dan permintaan yang melemah di AS.

Harga minyak mentah Brent turun sebesar 2,2 dolar AS atau 2,44 persen menjadi 87,93 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah sebesar 2,18 dolar AS atau 2,55 persen menjadi 83,21 dolar AS per barel.

Kekhawatiran akan dampak konflik antara Israel dan Hamas terhadap pasokan minyak mentah global sebelumnya telah mendorong kenaikan harga minyak. Namun, kekhawatiran ini mulai berkurang pada hari Kamis.

Permintaan minyak yang melemah juga turut menekan harga minyak. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menuju 5 persen pada hari Kamis juga mempengaruhi harga minyak dan menahan saham-saham di seluruh dunia.

Peningkatan persediaan minyak mentah AS dalam beberapa minggu terakhir juga menjadi faktor penekan harga. Persediaan minyak AS meningkat sebesar 1,4 juta barel menjadi 421,1 juta barel, melebihi perkiraan peningkatan 240.000 barel oleh para analis.

Bank Sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level yang sama seperti sebelumnya. Keputusan ini diambil untuk menstabilkan kebijakan di masa depan.

Perkembangan selanjutnya yang akan ditunggu oleh pasar adalah rencana OPEC dan sekutunya mengenai tingkat produksi pada tahun depan. OPEC+ telah memangkas produksi sebesar 1,3 juta barel per hari pada awal tahun ini dan memperpanjang pengurangan tingkat produksi hingga akhir tahun.

Anggota OPEC akan bertemu pada akhir November untuk membahas hal ini. Jika kebijakan pemangkasan produksi terus berlanjut hingga tahun baru, hal ini akan berpengaruh positif terhadap harga minyak.

Sumber: ANTARA, Republika

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait