Kasus korupsi di PT Pertamina terus bergulir, dengan tiga dari sembilan terdakwa kluster pertama kini menghadapi persidangan. JPU Triyana Setia Putra mengungkapkan perkembangan terbaru dalam pemeriksaan saksi, dengan Direktur Utama Pertamina periode 2018-2024, Nicke Widyawati, menjadi salah satu saksi kunci. Dalam persidangan tersebut, terungkap berbagai penyimpangan tata kelola dari sektor hulu hingga hilir yang terjadi selama masa jabatan Nicke.
Keterangan saksi juga mengungkap fakta penting terkait Orbit Terminal Merak (OTM) dan masalah kluster minyak mentah serta pengadaan sewa kapal. Meskipun Pertamina berkomitmen mengurangi impor sejak tahun 2018, terdakwa justru melakukan ekspor minyak mentah dan melanggar aturan internal perusahaan. JPU telah memeriksa sekitar 40 saksi, dengan rencana untuk melibatkan saksi lain guna melengkapi gambaran penyimpangan yang terjadi.
Meski beberapa saksi berhalangan hadir, seperti Basuki Tjahaja Purnama, Ignasius Jonan, dan Arcandra Tahar, jadwal pemeriksaan ulang telah disepakati. Kehadiran mereka dianggap penting untuk mengungkap lebih dalam penyimpangan dalam tata kelola PT Pertamina. Persidangan ini menjadi sorotan dalam perkara korupsi senilai Rp285 Triliun di perusahaan tersebut.
