Banjarnegara menandai Hari Jadi ke-455 dengan cara yang tak biasa: ribuan warga berkumpul di Kecamatan Purwareja Klampok untuk minum Dawet Ayu secara serentak. Aksi yang digelar di halaman kantor kecamatan itu bukan sekadar seremoni, melainkan upaya besar yang mengantar Banjarnegara masuk catatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI. Di tengah suasana Ramadan, kegiatan ini memberi warna berbeda pada perayaan daerah yang sarat kebersamaan.
45.500 Gelas Dawet Ayu Diminum Serentak
Warga dari 20 kecamatan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Total 45.500 gelas Dawet Ayu diminum bersama dalam satu momen yang diklaim sebagai pencapaian terbesar untuk kategori minum Dawet Ayu terbanyak. Jumlah itu sekaligus menegaskan besarnya partisipasi masyarakat dalam perayaan yang mengusung identitas lokal Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada warga yang ikut menyukseskan agenda itu. Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya soal rekor, tetapi juga bentuk kecintaan masyarakat terhadap Dawet Ayu sebagai ikon daerah. Ia berharap minuman khas Banjarnegara itu semakin dikenal luas dan semakin kuat melekat dalam ingatan publik.
Diakui Sebagai Rekor Dunia
Prestasi tersebut mendapat pengakuan dari Kepala MURI Semarang, Ari Andriani, yang menyebut capaian Banjarnegara sebagai rekor dunia. Ia menilai semangat masyarakat yang terlibat sangat luar biasa, terlebih karena kegiatan berlangsung saat Ramadan. Dari sisi jumlah, pencapaian 45.500 gelas itu disebut hampir empat kali lipat dari rekor sebelumnya.
Momentum ini membuat perayaan hari jadi Banjarnegara terasa lebih dari sekadar agenda tahunan. Di balik gelas-gelas Dawet Ayu yang diminum bersama, tersimpan pesan tentang kebanggaan terhadap kearifan lokal dan kekuatan kebersamaan warga. Banjarnegara pun berhasil menuliskan namanya dalam sejarah lewat cara yang manis, khas, dan sulit ditiru daerah lain.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
