Sapa Ramadan, Cara NU Banyuwangi Menghidupkan Masjid di Bulan Suci
Ramadan tak hanya dimaknai sebagai waktu memperbanyak ibadah, tetapi juga momentum untuk merawat ruang-ruang kebersamaan di masjid. Di Banyuwangi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Banyuwangi lewat program Sapa Ramadan mencoba menghadirkan itu secara langsung: mendekat ke jamaah, menguatkan marbot, dan membuat masjid lebih ramah bagi semua kalangan.
Tarawih Berjamaah Tak Jadi Satu-satunya Agenda
Ketua MWC NU Kecamatan Banyuwangi, Barur Rohim, menjelaskan bahwa program ini digelar di berbagai masjid sebagai bentuk ikhtiar menebar kebaikan selama Ramadan. Kegiatan tersebut tidak berhenti pada salat tarawih berjamaah, melainkan juga diarahkan untuk memakmurkan masjid dengan aksi yang lebih konkret dan menyentuh kebutuhan harian jamaah.
Salah satu fokusnya adalah pembagian Kado untuk Marbot, yang akan disalurkan ke 30 masjid di wilayah Kecamatan Banyuwangi. Sasaran utamanya adalah masjid-masjid di kawasan pinggiran dan perumahan, yang kerap menjadi pusat aktivitas ibadah warga namun belum tentu mendapat perhatian memadai.
Masjid Ramah Lansia Jadi Perhatian
Selain untuk marbot, program ini juga membawa fasilitas Masjid Ramah Lansia berupa kursi lipat. Bantuan ini disiapkan agar para lansia bisa tetap mengikuti salat berjamaah dengan lebih nyaman tanpa harus terbebani kondisi fisik yang terbatas. Langkah ini memperlihatkan bahwa memakmurkan masjid bukan hanya soal ramai oleh kegiatan, tetapi juga soal akses dan kenyamanan jamaah.
Program Sapa Ramadan NU Kota Keliling Masjid sendiri akan dijalankan di lima masjid dan menjangkau lima masjid lainnya di wilayah Kecamatan Banyuwangi. Melalui pola keliling ini, NU Banyuwangi ingin memastikan pesan kebersamaan Ramadan terasa langsung di tengah masyarakat, bukan hanya berhenti di seremoni.
Kolaborasi untuk Memperluas Manfaat
Inisiatif ini digagas oleh Lazisnu MWCNU Banyuwangi bersama Komunitas Indahnya Sedekah. Kolaborasi tersebut menjadi penanda bahwa gerakan sosial keagamaan bisa berjalan lebih efektif ketika dikerjakan bersama, terutama saat kebutuhan masyarakat begitu dekat dengan masjid sebagai pusat kegiatan umat.
Dengan rangkaian kegiatan ini, NU Banyuwangi berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang yang hidup, bersahabat, dan memberi manfaat lebih luas bagi jamaah di sekitarnya. Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
