HomeBeritaPertumbuhan Ekonomi Terbaik dalam Lima Tahun: Rio-Ulfi dan Situbondo Naik Kelas

Pertumbuhan Ekonomi Terbaik dalam Lima Tahun: Rio-Ulfi dan Situbondo Naik Kelas

Satu tahun memimpin Situbondo, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio bersama Wakil Bupati Ulfiyah, yang akrab disapa Mba Ulfi, memilih cara yang berbeda untuk menandai perjalanan pemerintahannya: bukan sekadar seremoni, melainkan laporan terbuka kepada publik. Lewat tajuk Lapor Rakyatku: Sataon Mas Rio dan Mba Ulfi Bawa Situbondo Naik Kelas, keduanya memaparkan capaian setahun kerja dalam suasana buka puasa bersama di Alun-Alun Situbondo, Minggu (1/3/2026).

Agenda itu sekaligus menjadi penanda satu tahun sejak keduanya dilantik pada 20 Februari 2025. Di hadapan warga, Mas Rio menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya menjaga ritme pelayanan publik dan pembangunan, meski harus berhadapan dengan efisiensi anggaran nasional, tekanan fiskal daerah, dan ujian bencana banjir bandang yang sempat mengganggu stabilitas di lapangan.

Sejumlah program prioritas mulai menunjukkan hasil

Dalam tahun pertama kepemimpinan tersebut, sebelas program prioritas disebut sudah berjalan dan menampilkan progres yang terukur. Di sektor ketahanan pangan dan maritim, program Petani Tentram mencatat produksi ikan tangkap sebesar 19.725 ton dan budidaya 637 ton sepanjang 2025. Produksi padi, jagung, dan tebu juga dilaporkan berada pada angka yang signifikan, memperkuat posisi Situbondo sebagai daerah yang bertumpu pada sektor agraris dan pesisir.

Pengembangan ekonomi kawasan juga mulai terasa melalui Sesaka atau Sentra Ekonomi, Wisata, dan Kebudayaan. Di sisi lain, inovasi layanan seperti Ricall (Rio Ulfi Calling) serta program Vorsa UMKM ikut memberi warna baru dalam pendekatan pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam mendorong pelaku usaha kecil agar lebih dekat dengan akses bantuan dan pembinaan.

UMKM, desa, dan layanan kesehatan ikut didorong

Program Vorsa UMKM menjadi salah satu sorotan karena menyentuh kebutuhan dasar pelaku usaha melalui voucher usaha, pelatihan kerja, hingga akses pembiayaan. Di tingkat desa, program Bantu Desa diarahkan untuk memperkuat pembangunan dari bawah, sementara sektor kesehatan mendapat perhatian lewat program Berantas yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Sejumlah proyek infrastruktur strategis juga disebut ikut memberi efek ekonomi, di antaranya pembangunan Pendopo Pate Alos dan Bandara Kasa KHR As’ad Syamsul Arifin. Kehadiran infrastruktur ini dipandang bukan hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai pengungkit aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Indikator ekonomi bergerak ke arah positif

Secara keseluruhan, pemerintah daerah menyebut kinerja ekonomi Situbondo menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi disebut menjadi yang terbaik dalam lima tahun terakhir, disertai penurunan tingkat pengangguran terbuka dan penyusutan angka kemiskinan. Gini ratio juga membaik, menandakan ketimpangan perlahan menurun, sementara investasi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sama-sama meningkat.

Sejumlah penghargaan yang diterima pemerintah daerah kemudian dibaca sebagai pengakuan atas kerja kolektif selama setahun terakhir. Bagi Mas Rio dan Mba Ulfi, capaian itu belum menjadi garis akhir, melainkan modal politik dan administratif untuk melanjutkan agenda “Situbondo Naik Kelas” dengan dukungan ASN serta masyarakat yang selama ini menjaga mesin pemerintahan tetap bergerak.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait