Isu kelangkaan bahan bakar minyak yang beredar di media sosial kembali membuat warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, waswas. Trauma atas kejadian serupa pada Juli 2025 belum sepenuhnya hilang, sehingga kabar yang belum jelas kebenarannya itu langsung memicu kepadatan di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Kaliwates atau Pom Gajah Mada.
Warga Berbondong ke SPBU
Di SPBU Kaliwates, antrean kendaraan terlihat mengular ketika warga berusaha mengisi bensin lebih awal. Salah satunya Eko Wahyudi, warga Kecamatan Ajung, yang rela mengantre sejak pukul 21.00 hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Ia bahkan mengajak istrinya untuk ikut membantu mengantre dengan sepeda motor lain agar bisa mendapat bahan bakar lebih cepat.
Keputusan Eko datang lebih awal dipicu informasi yang ia lihat di media sosial soal dugaan kelangkaan bensin. Ia memilih SPBU Kaliwates karena antreannya dinilai lebih pendek dibandingkan pom bensin lain di sekitar lokasi. Situasi ini menunjukkan bagaimana satu kabar di ruang digital bisa dengan cepat mengubah perilaku warga di lapangan, meski kondisi pasokan belum tentu bermasalah.
Hiswana Migas: Stok Masih Aman
Menanggapi ramainya antrean, Ketua Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menegaskan stok BBM masih aman dan proses pengadaan maupun pengiriman dari depo ke SPBU di Jember berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Karena itu, warga diminta tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan. Di tengah derasnya informasi di media sosial, sikap hati-hati dinilai jauh lebih penting agar kepanikan tidak justru menciptakan antrean baru yang sebenarnya tidak perlu.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
