DPRD Banyuwangi Soroti Arah RKPD 2027, Program Prioritas Ipuk Dapat Apresiasi
Musrenbang RKPD 2027 di Banyuwangi kembali menegaskan satu hal: pembangunan daerah tak bisa berjalan sendiri. Di forum yang menjadi ruang penting penyusunan arah kebijakan tahun depan itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah, menyoroti kuatnya kebutuhan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD agar program yang dirancang benar-benar nyambung dengan kebutuhan masyarakat.
Sinergi Jadi Kunci dalam Perencanaan Pembangunan
Ni’mah menekankan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberi landasan yang jelas bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk bersama-sama mengawal pembangunan. Menurut dia, Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menyatukan arah kebijakan, prioritas anggaran, dan target yang ingin dicapai Banyuwangi pada 2027.
Ia juga menilai tema pembangunan yang dipaparkan dalam forum tersebut sudah berada di jalur yang tepat. Fokus pada penguatan daya saing sumber daya manusia, ekonomi lokal berbasis hilirisasi, serta pariwisata berkelanjutan dinilai relevan dengan tantangan Banyuwangi ke depan. Tiga sektor itu, kata dia, menjadi fondasi penting agar pertumbuhan daerah tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh warga.
Program KOINWANGI dan Beasiswa Jadi Sorotan
Dalam kesempatan itu, Ni’mah turut mengapresiasi program-program prioritas yang dipaparkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Di antaranya KOINWANGI dan Beasiswa Banyuwangi Progresif yang disebut sebagai bentuk keberpihakan pada penguatan ekonomi warga sekaligus peningkatan kualitas pendidikan. Baginya, dua program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan manusia sebagai modal utama daerah.
Selain pendidikan, peningkatan layanan kesehatan juga ikut menjadi perhatian. Ni’mah menilai kualitas sumber daya manusia Banyuwangi akan sulit naik jika akses pendidikan dan kesehatan tidak dibenahi secara serius. Karena itu, ia mendorong agar program-program yang sudah dirancang tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan dijalankan dengan konsisten dan terukur.
Prestasi Ekonomi Harus Dijaga dengan Kerja Nyata
Meski capaian pembangunan Banyuwangi sejauh ini terbilang menggembirakan, Ni’mah mengingatkan bahwa keberhasilan itu tidak boleh membuat semua pihak lengah. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang disebut melampaui rata-rata Jawa Timur justru harus menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras. Menurut dia, capaian tersebut hanya akan bertahan jika pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terus menjaga ritme kerja yang solid.
Ia menegaskan, setiap program pembangunan perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh agar manfaatnya benar-benar terasa luas. Bagi DPRD, tugas pengawasan dan dukungan kebijakan harus berjalan seiring dengan komitmen pemerintah daerah dalam mengeksekusi program prioritas. Dari Musrenbang RKPD 2027 ini, arah yang ingin dituju Banyuwangi terlihat cukup jelas: pembangunan yang lebih inklusif, lebih produktif, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
