HomeBeritaPemilihan Rektor UINSA: Demokrasi Kampus Terbuka

Pemilihan Rektor UINSA: Demokrasi Kampus Terbuka

Peserta pemilihan calon rektor UIN Surabaya untuk periode 2026-2030 tampaknya semakin beragam, dengan munculnya 13 bakal calon. Hal ini dianggap sebagai tanda ruang demokrasi yang semakin terbuka di lingkungan kampus. Proses penjaringan yang diikuti oleh banyak akademisi juga menunjukkan peningkatan partisipasi sivitas akademika dalam menentukan arah kepemimpinan UINSA ke depan.

Salah satu bakal calon rektor, Prof. Mohammad Kurjum, mengemukakan harapannya agar suasana akademik di UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi lebih harmonis, damai, dan membahagiakan bagi seluruh anggota kampus. Kurjum juga melihat bahwa ruang publik di lingkungan kampus semakin terbuka karena kurangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan yang berlangsung saat ini.

Dalam menghadapi proses pemilihan rektor, Kurjum menggarisbawahi pentingnya restorasi hubungan antarelemen di lingkungan kampus dengan pendekatan yang lebih humanis. Sementara itu, Ida Fauziyah dari Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Ampel menyoroti sinergi antara pimpinan kampus dan para alumni sebagai kunci bagi pengembangan institusi.

Menyikapi hal ini, Prof. Sahiron Syamsuddin dari Kementerian Agama menegaskan pentingnya peran alumni dalam mendukung pertumbuhan perguruan tinggi melalui berbagai aspek. Kementerian Agama juga tengah mempersiapkan wadah organisasi alumni untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia guna memperkuat kerjasama antara alumni dan lembaga pendidikan.

Proses seleksi rektor UINSA akan melalui tahap verifikasi oleh panitia penjaringan sebelum diserahkan ke Kementerian Agama. Kontribusi para akademisi, alumni, dan pihak terkait diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi arah kepemimpinan dan pengembangan UINSA ke depan.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait