Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Minta PLN Perhatikan Dampak Pemadaman Listrik terhadap Masyarakat dan Pelaku Usaha
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, menyoroti pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini dan meminta PLN untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan pelaku usaha di Banyuwangi. Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi secara berulang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Pemadaman Listrik terhadap Pelaku Usaha
Ruliyono menyatakan bahwa pemadaman listrik dapat berdampak signifikan terhadap berbagai aktivitas warga di Banyuwangi. Banyak pelaku usaha, seperti peternak dan penghobi ikan koi, sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Sejumlah kolam ikan koi memerlukan suplai oksigen dan sirkulasi air berkelanjutan, sehingga pemadaman listrik yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar.
Selain itu, usaha mikro seperti pembuat kue dan makanan juga terdampak akibat pemadaman listrik. Proses produksi seperti penggunaan mixer, oven, dan peralatan listrik lainnya menjadi terhambat, yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha tersebut.
Peran PLN dalam Menanggapi Keluhan
Ruliyono memahami bahwa pemeliharaan jaringan listrik adalah hal yang penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Namun, ia menegaskan bahwa PLN juga harus memperhatikan dampak dari pemadaman listrik tersebut terhadap masyarakat dan pelaku usaha.
Untuk itu, ia meminta PLN untuk meningkatkan sosialisasi kepada warga sebelum melakukan pemadaman listrik agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal. Selain itu, Ruliyono juga menekankan pentingnya percepatan proses pemeliharaan jaringan listrik guna menekan durasi pemadaman dan tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Keandalan pasokan listrik sangat vital bagi masyarakat dan pelaku usaha. Oleh karena itu, Ruliyono berharap agar gangguan atau pemadaman listrik dapat diminimalkan ke depannya guna menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
