Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri di Gresik: Transformasi Infrastruktur Menuju Kota Satelit
Pembenahan Jalan Raya Strategis
Pemerintah Kabupaten Gresik tengah menyoroti proyek pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri sebagai solusi terhadap kemacetan dan peningkatan konektivitas wilayah selatan Gresik dengan Kota Surabaya. Proses pengadaan lahan telah memasuki tahap yang krusial untuk memuluskan rencana strategis ini.
Visi Bupati Fandi Akhmad Yani
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memandang perkembangan Kawasan Menganti sebagai episentrum pertumbuhan yang memerlukan dukungan infrastruktur jalan yang memadai. Dengan memperlebar Jalan Menganti-Lakarsantri menjadi empat lajur, diharapkan dapat memperbaiki kondisi lalu lintas dan membuka potensi ekonomi baru.
“Melalui pembangunan infrastruktur ini, kami ingin Menganti menjadi kota satelit yang kuat untuk Gresik,” ujar Bupati Yani.
Pelebaran jalan tersebut merupakan hasil dari kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah secara bertahap. Dari Desa Setro, proyek tersebut terus berlanjut hingga tahap pengadaan lahan saat ini.
Konsultasi Publik dalam Pengadaan Lahan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menegaskan bahwa konsultasi publik menjadi langkah krusial dalam proses pengadaan lahan untuk memberikan pemahaman yang jelas antara pemerintah dengan masyarakat setempat.
Proses ini tidak hanya dilakukan untuk menyelesaikan konflik lahan, namun juga sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di daerah tersebut.
Melalui trotoar, sistem drainase, median jalan, dan utilitas bawah tanah yang direncanakan, koridor Menganti-Lakarsantri diharapkan dapat menjadi solusi bagi kemacetan, meningkatkan keamanan, kenyamanan pengguna jalan, serta menciptakan citra modern dari kecamatan tersebut.
