Pembangunan FPSO Kutei North Hub Membuka Peluang Ekonomi Baru di Karimun
Pembangunan floating production, storage and offloading (FPSO) Kutei North Hub di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dimulai dengan pemotongan baja pertama pada Kamis (23/7/2026). Hal ini dipandang sebagai awal dari potensi pembangunan ekonomi yang besar di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Berazam.
Investasi Miliaran Dolar untuk Pengembangan FPSO
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari, yang merupakan bagian dari Mega Proyek Strategis Nasional (PSN) Kutei North Hub, melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Searah, PT Saipem, dan PT Tripatra. Dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar, proyek ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta pembangunan di Karimun.
Menurut Bupati Karimun, Iskandarsyah, proyek ini akan memberikan peluang kerja bagi sekitar 8.000 orang lokal. Pembangunan fabrikasi akan melibatkan wilayah Batam, Bintan, dan Karimun, di mana Karimun mendapatkan porsi terbesar. Prioritas penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 68 hingga 75 persen akan menjadi dorongan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Persiapan SDM Lokal untuk Mendukung Industri Migas
Iskandarsyah merespons tantangan peningkatan SDM lokal dengan merancang skema pelatihan khusus melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan mempersiapkan lulusan SMA dan SMK di Karimun agar sesuai dengan standar kualifikasi industri migas internasional. Hal ini diharapkan akan memberikan kesempatan nyata bagi generasi muda Karimun untuk terlibat dalam proyek-proyek penting seperti FPSO Kutei North Hub.
