HomeBeritaPoliwangi Membantu Peternak Songgon Meningkatkan Harga Jual Pupuk Domba

Poliwangi Membantu Peternak Songgon Meningkatkan Harga Jual Pupuk Domba

Poliwangi Dongkrak Harga Jual Pupuk Limbah Domba dengan Teknologi Canggih

Di Dusun Sumberarum, Desa/Kecamatan Songgon, Banyuwangi, limbah kotoran domba kini mengalami transformasi ekonomi berkat pendampingan dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun kedua, tim pengabdian Jurusan Pertanian Poliwangi mendorong pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik premium bernilai jual tinggi.

Transformasi Teknologi Pengolahan

Pada Jumat (14/8/2026), pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan pasar pupuk organik dari limbah domba. Sebelumnya, pupuk ini dijual dengan harga rendah dan kualitas seadanya.

Ketua Tim Pengabdian Poliwangi, Dwi Ahmad Priyadi, menjelaskan bahwa pengenalan alat pengolahan pada tahun pertama diikuti dengan peningkatan teknologi pada tahun kedua.

Peningkatan Kualitas dan Pasar

Proses pengolahan limbah domba menjadi pupuk organik dilakukan dengan membangun Rumah Kompos dan mesin pengayak pupuk. Dengan begitu, peternak dapat memproduksi pupuk dengan tekstur yang lebih halus dan tanpa tenaga manual yang besar.

Melalui pendampingan dari Poliwangi, kelompok peternak mendapatkan bimbingan dalam formula pengolahan pupuk dan strategi pemasaran untuk menjangkau konsumen baru.

Akibatnya, harga jual pupuk organik limbah domba dapat naik hingga 200 persen, dari Rp 1.000 menjadi Rp 3.000 per kilogram.

Syaiful, Ketua Kelompok Ternak Mahkota Jaya Raung Farm, menyambut baik pendampingan Poliwangi yang membantu kelompoknya meningkatkan efisiensi pengolahan limbah peternakan.

Program ini melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa Poliwangi dengan harapan dapat mendorong kelompok ternak mengembangkan usaha berbasis pengelolaan limbah dan menciptakan produk pupuk organik yang kompetitif.

Dengan upaya ini, langkah menuju usaha peternakan tanpa limbah atau zero-waste semakin terwujud, di mana limbah domba bukan lagi masalah, tapi menjadi peluang ekonomi yang bernilai. (*)

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait