Mendag Budi Santoso Luncurkan Ekspor Koral Banyuwangi Senilai 2.500 Dolar AS
Menteri Perdagangan Budi Santoso telah memperhatikan bisnis budidaya koral hidup di Banyuwangi. Seiring dengan perkembangannya, koral-koral tersebut kini telah diekspor ke 20 negara di tiga benua. Salah satu pelaku usaha utama yang terlibat dalam pasar ekspor tersebut adalah PT Srikandi Aquarium di Kecamatan Kalipuro. Mereka telah mengekspor koral hidup sejak 2011.
Bisnis Koral Hidup Banyuwangi Mencapai 80 Ribu Koloni Setahun
Owner dari PT Srikandi Aquarium, I Ketut Sukandi, mengungkapkan bahwa hasil budidaya koral mereka telah mencapai pasar di berbagai negara selama 15 tahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, mereka telah melakukan ekspor ke Asia, Amerika, dan Eropa. Dari Jalan Situbondo-Banyuwangi, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, perusahaan ini berhasil membudidayakan sekitar 29 jenis koral dengan total produksi mencapai sekitar 80 ribu koloni dalam setahun.
Menurut Sukandi, tingginya permintaan dari luar negeri membuat seluruh koral yang dihasilkan diprioritaskan untuk ekspor. Mereka bahkan belum menjual koral hidup untuk pasar lokal karena permintaan yang melonjak dari pembeli internasional.
Tantangan dan Dukungan bagi Budidaya Koral di Banyuwangi
Proses pengiriman koral dilakukan secara rutin dengan nilai ekspor perusahaan rata-rata mencapai sekitar 25 ribu dolar AS per bulan. Meskipun demikian, kegiatan budidaya koral menghadapi tantangan, terutama dari faktor cuaca dan kondisi gelombang laut. Gelombang tinggi dapat mengganggu fasilitas budidaya di laut, memengaruhi produksi koral.
Budi Santoso, Menteri Perdagangan, telah melepas pengiriman koral hidup senilai 2.500 dolar AS ke Amerika Serikat, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap produk UMKM untuk masuk ke pasar internasional. Pemanfaatan potensi kelautan Banyuwangi dalam bisnis budidaya koral telah membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengekspansi pasar mereka hingga mancanegara.
