27.9 C
Jakarta
HomeBeritaPalmCo dan SupportingCo, Bentuk Baru dari PTPN III setelah Sukses dengan SugarCo

PalmCo dan SupportingCo, Bentuk Baru dari PTPN III setelah Sukses dengan SugarCo

PTPN III (Persero), Holding Perkebunan Nusantara yang telah sukses membentuk SugarCo pada tahun 2021, kini terus melanjutkan pembentukan subholding lainnya yaitu PalmCo dan SupportingCo. Langkah-langkah korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi menyeluruh yang dilakukan oleh Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan di bawah naungannya.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyatakan bahwa pangan dan energi akan menjadi isu penting di masa depan. Hal ini dikarenakan adanya dinamika dan tantangan global seperti konflik Ukraina-Rusia, ketegangan geopolitik, dan pemanasan global.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap impor pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan stabilisasi harga. Oleh karena itu, impor harus terus dikurangi di masa depan. Indonesia juga memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan yang perlu dioptimalkan. PTPN meyakini bahwa pembentukan subholding ini akan mampu mengatasi tantangan yang ada.

Saat ini, luas lahan sawit PTPN Group mencapai 600 ribu hektar yang tersebar di sepuluh PTPN. Sedangkan untuk lahan tebu, terdapat 173 ribu hektare yang terdiri dari 53 ribu HGU dan sisanya adalah tebu rakyat yang dikelola oleh tujuh PTPN.

Pembentukan subholding dilakukan dalam rangka untuk akselerasi sinergitas, optimalisasi sumber daya yang lebih mudah diintegrasikan, dan memperkuat daya saing PTPN sebagai instrumen negara. Pembentukan PalmCo juga bukan hanya sekedar merger, tapi juga mencakup program lanjutan yaitu hilirisasi untuk menghadirkan minyak goreng sebanyak 1,8 juta ton pada tahun 2026 sehingga dapat memenuhi 40 persen kebutuhan minyak goreng domestik.

Ghani menegaskan bahwa berbagai aksi korporasi yang dilakukan oleh holding ini tetap berada di bawah komando dan pengawasan pemerintah sebagai pemegang saham.

Pembentukan subholding yang dilakukan oleh PTPN Group dianggap sebagai terobosan penting oleh banyak pihak. Pembentukan PalmCo, misalnya, dinilai akan memberikan dampak positif bagi industri sawit nasional dan kemajuan industri sawit Indonesia. Keberadaan PalmCo akan menjaga stabilitas harga minyak goreng domestik. Produksi minyak goreng Indonesia diprediksi akan meningkat dari 460 ribu ton/tahun pada 2021 menjadi 1,8 juta ton/tahun pada 2026 melalui pembentukan PalmCo.

Langkah-langkah korporasi yang dilakukan oleh PTPN Group mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Keuangan.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait