27.9 C
Jakarta
HomeBeritaPentingnya Layanan dan Pelatihan dalam Mendukung Pengembangan UMKM Lokal

Pentingnya Layanan dan Pelatihan dalam Mendukung Pengembangan UMKM Lokal

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah lama menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Mereka memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan juga mengatasi masalah pengangguran. Berdasarkan data terbaru, terdapat lebih dari 62 juta bisnis di Indonesia, dan 99 persennya adalah bisnis skala mikro.

UMKM ini juga memberikan pekerjaan bagi jutaan orang di Indonesia dan membantu mengatasi masalah pengangguran. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia saat ini mencapai 8,4 juta orang. Namun, UMKM menghadapi berbagai tantangan dalam berbisnis.

Evermos, salah satu perusahaan konektivitas komersial terbesar di Indonesia, baru-baru ini merilis laporan keberlanjutan pertamanya dengan tema “Menciptakan Budaya Lokal”. Melalui riset ini, laporan tersebut mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh UMKM dan calon wirausahawan, antara lain terkait skala bisnis, lokasi bisnis yang jauh dari kota besar, keterbatasan pengalaman manajerial, keterbatasan modal awal, dan akses terbatas ke pasar.

Evermos berkomitmen untuk menyediakan layanan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Mereka ingin memperkuat nilai UMKM dan memajukan kewirausahaan secara keseluruhan.

Laporan ini disusun berdasarkan penilaian lapangan yang luas terhadap ekosistem value chain Evermos, terutama fokus pada reseller dan UMKM lokal sepanjang tahun 2022. Laporan ini juga mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI), sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk pelaporan keberlanjutan, dan Women Empowerment Principles (WEPS) dari UN Women.

Evermos juga mengadopsi beberapa praktik bisnis yang merujuk pada Standar Kinerja International Finance Corporation (IFC). Laporan ini ditujukan untuk masyarakat umum dan para pemangku kepentingan sebagai referensi tentang bagaimana budaya lokal dapat dimanfaatkan dan diberdayakan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal.

Tantangan yang dihadapi oleh UMKM dapat diatasi dengan membangun value chain yang berkelanjutan, melalui pengelolaan yang bertanggung jawab terhadap semua proses dan aktivitas operasional.

Evermos telah memulai upaya ini dengan memberikan pendidikan tentang praktik keberlanjutan dan melakukan penilaian ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk UMKM. Mereka juga fokus pada pelatihan untuk reseller perempuan.

Selama ini, Evermos telah mengadakan lebih dari 15 ribu jam sesi pelatihan bagi reseller. Hal ini membantu meningkatkan pendapatan mereka, dengan rata-rata Rp 623 ribu per bulan dan Rp 2,7 juta untuk reseller dengan performa terbaik.

Iqbal Muslimin, Co-Founder dan Chief of Sustainability Evermos, menyatakan bahwa tujuan Evermos adalah meningkatkan produktivitas UMKM dan pengusaha lokal. Melalui laporan ini, mereka ingin menyampaikan inisiatif yang telah dilakukan dan menjadi dasar untuk upaya keberlanjutan di masa depan.

Evermos berkomitmen untuk terus memajukan inisiatif keberlanjutan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas UMKM dan pengusaha lokal, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Mereka berharap dapat memperluas dampak inisiatif mereka, mengembangkan praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memberikan dukungan komprehensif kepada reseller dan UMKM lokal.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait