29.2 C
Jakarta
HomeBeritaPujian Menhub untuk Heru Budi atas Kemajuan Proyek LRT Velodrome-Manggarai

Pujian Menhub untuk Heru Budi atas Kemajuan Proyek LRT Velodrome-Manggarai

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah melaksanakan groundbreaking pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai). Dalam acara tersebut, Budi Karya memuji kinerja Heru Budi.

Dalam sambutannya, Budi memuji kinerja Heru Budi selama menjadi Pj Gubernur Jakarta selama satu tahun. Sebab, Heru berhasil mengurus dan memulai pembangunan transportasi umum di Jakarta.

“Pak Pj Gubernur tidak akan menyia-nyiakan jabatan satu tahun, harus menyelesaikan satu tahap, kita harus tepuk tangan untuk Pak Pj Gubernur. Karena berapa tahun pun kalau tidak ada niatan tentu tidak akan terjadi,” kata Budi di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur pada Senin (30/10/2023).

Budi juga menyinggung pembangunan MRT fase 1 yang tidak berjalan selama belasan tahun. Namun, akhirnya bisa dibangun saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia berharap DPRD DKI dapat memberikan anggaran untuk menyediakan transportasi umum. Hal ini bertujuan agar transportasi umum dapat digunakan oleh masyarakat dan mengurangi kemacetan.

“Harapan saya adalah kepada DPRD, berikanlah anggaran angkutan massal karena itu adalah sesuatu yang baik bagi kita semua. Dalam segi fungsi-fungsi yang terjadi di LRT ini, saya mengapresiasi dengan satu kepadatan yang memadai, tentu makin panjang (rute) ini makin banyak,” kata dia.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Fase 1B rute Velodrome-Manggarai memiliki anggaran sebesar Rp 5,5 triliun. Dana tersebut berasal dari Pemerintah Daerah (Pemda) DKI.

“Anggarannya Rp 5,5 triliun dan berasal dari Pemda DKI,” kata Heru di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur pada Senin (30/10/2023).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, juga mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp 5,5 triliun sudah termasuk pajak.

“Jadi sesuai dengan kontrak, itu sebesar Rp 4,6 triliun sudah termasuk pajak,” kata dia.

Syafrin berharap LRT Jakarta rute Velodrome sampai Pramuka dapat beroperasi pada September 2024. “Sesuai target. Diharapkan bulan September sudah operasional untuk segmen dari Velodrome ke Pramuka,” kata dia.

(Sumber: Republika)

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait