23.4 C
Jakarta
HomeBeritaBRIN Mendorong Petani untuk Memperbaharui Kebun Sawit demi Kesejahteraan Petani

BRIN Mendorong Petani untuk Memperbaharui Kebun Sawit demi Kesejahteraan Petani

Seorang pekerja merawat bibit tanaman sawit di salah satu perkebunan di desa Bundu, Mamuju, Sulawesi Barat, pada hari Sabtu (10/7/2021).

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan petani untuk meremajakan kebun sawit. Karena sawit hanya memiliki usia maksimal produktif selama 25 tahun.

“Ketika usia pohon sawit sudah mulai tua, produktivitasnya akan menurun. Oleh karena itu, peremajaan perlu dilakukan,” kata Periset Teknologi Pengujian dan Standar BRIN, Daryono Restu Wahono.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mencatat bahwa dari total 6,7 juta hektar lahan perkebunan sawit milik petani, sekitar 2,4 juta hektar wajib diremajakan karena usia tanamannya sudah lebih dari 15 tahun. Pemerintah telah menargetkan peremajaan atau replanting kebun sawit petani seluas 540.000 hektar hingga tahun 2024.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyampaikan bahwa realisasi program peremajaan sawit rakyat baru mencapai 256.744 hektar sejak tahun 2016 hingga 30 Juni 2022.

Daryono menekankan pentingnya peremajaan menggunakan bibit unggul hasil pemuliaan tanaman yang telah melalui uji keturunan dengan metode yang telah teruji secara ilmiah dalam SNI 8211:2023. Menurutnya, pemuliaan menggunakan metode yang telah diuji dapat menghasilkan kemurnian tidak kurang dari 98 persen kecambah sawit cangkang tipis.

Program pemuliaan tanaman melalui uji keturunan dengan metode yang telah diuji harus selalu dilakukan agar dapat memperoleh bahan tanaman unggul. Daryono juga mengungkapkan bahwa intensifikasi yang dilakukan menggunakan benih yang memiliki standar SNI 8211:2023 akan mendukung produksi sawit Indonesia mencapai 89,976 juta ton pada tahun 2025.

Sumber: ANTARA
Sumber: Republika

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait