Pagi di depan gerbang SMAN 1 Panarukan, Situbondo, pada Senin (9/2/2026), sempat menghadirkan ketegangan kecil bagi sejumlah siswa yang datang dengan sepeda motor. Namun suasana yang awalnya serba waspada itu berubah cepat ketika personel Samapta Polres Situbondo, di bawah pimpinan Kasat Samapta Iptu Rachman Fadli Kurniawan, berdiri bersama para guru bukan untuk menindak, melainkan menyapa dan memberi apresiasi.
Polisi Ubah Teguran Menjadi Edukasi
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang dikemas dengan pendekatan humanis. Para pelajar yang dinilai sudah tertib berkendara mendapat penghargaan sederhana berupa cokelat. Mereka yang datang dengan helm standar SNI, kendaraan yang lengkap, serta membawa SIM, dipuji sebagai contoh bagi teman-temannya.
Langkah ini dipilih untuk menanamkan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah tanpa menghadirkan kesan menakutkan dari aparat. Alih-alih razia yang identik dengan sanksi, polisi justru memberi ruang dialog dan dorongan agar siswa memahami bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar kewajiban, tetapi kebiasaan yang harus dibangun sejak dini.
Siswa yang Belum Lengkap Tetap Diberi Arahan
Bagi pelajar yang belum memenuhi ketentuan berkendara, petugas tidak langsung menjatuhkan hukuman. Mereka diberi penjelasan dan arahan agar lebih tertib saat menggunakan kendaraan bermotor. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa penegakan aturan bisa berjalan tanpa kehilangan sisi persuasif.
Respon para siswa terlihat positif. Kehadiran polisi tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari pembinaan. Polres Situbondo berharap cara seperti ini dapat memperkuat kesadaran tertib lalu lintas di kalangan pelajar sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan lingkungan sekolah.
Ditutup dengan Upacara Bendera
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta IPTU H. Rachman Fadli Kurniawan. Upacara tersebut diikuti seluruh guru dan siswa SMAN 1 Panarukan, menandai bahwa pesan disiplin lalu lintas hari itu tidak berhenti pada pembagian cokelat, tetapi juga diperkuat lewat momen kebersamaan di sekolah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
