Libur Lebaran tahun ini membawa berkah tersendiri bagi wisata Pinang Bayam di Desa Karangjambe, Banjarnegara. Dalam dua hari pertama setelah Lebaran, jumlah pengunjung melonjak tajam hingga menembus lebih dari 2.000 orang. Arus keluarga yang datang untuk berwisata menunjukkan bahwa destinasi berbasis desa ini kian diminati, terutama karena menawarkan hiburan yang terjangkau sekaligus nyaman untuk semua usia.
Daya Tarik Murah Meriah yang Bikin Pengunjung Datang Kembali
Kepala Desa Karangjambe, Susilo Jatmiko, menyebut lonjakan pengunjung tidak datang begitu saja. Menurut dia, harga tiket yang ramah di kantong menjadi salah satu alasan utama, ditambah lagi dengan hadiah menarik yang disiapkan pengelola. Kombinasi itu membuat Pinang Bayam menjadi pilihan banyak warga yang ingin mengisi libur panjang bersama keluarga tanpa harus pergi jauh.
Wahana mandi busa menjadi magnet paling kuat di lokasi ini. Anak-anak tampak menikmati permainan di tengah busa putih, sementara suasana pedesaan yang asri memberi pengalaman berbeda dari wisata perkotaan. Bagi banyak keluarga, suasana seperti ini justru menjadi nilai lebih karena menghadirkan hiburan sederhana tetapi berkesan.
Fasilitas Lengkap untuk Wisata Keluarga
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pengelola juga menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang seperti gazebo, aula, mushola, dan kantin. Kehadiran fasilitas tersebut membuat wisatawan bisa berlama-lama di lokasi tanpa merasa kesulitan. Pinang Bayam pun semakin dikenal sebagai destinasi keluarga yang cocok dikunjungi saat libur Lebaran, terutama bagi warga Banjarnegara dan sekitarnya.
Kunjungan Indra Sjafri Jadi Kebanggaan Pengelola
Di tengah ramainya kunjungan wisatawan, kehadiran pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengelola. Ia disebut memberikan apresiasi terhadap pengelolaan wisata berbasis desa yang dinilai mampu memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Apresiasi itu menjadi dorongan tambahan bagi pengelola untuk terus mengembangkan Pinang Bayam agar semakin menarik di masa mendatang.
Dengan tren kunjungan yang terus naik, Pinang Bayam kini dipandang sebagai salah satu contoh pengembangan potensi desa yang berhasil. Dari wisata sederhana berbasis keluarga, tempat ini perlahan menunjukkan bahwa desa pun bisa menjadi pusat liburan yang hidup dan memberi manfaat nyata bagi warga sekitar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
