Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, turun langsung meninjau jembatan rusak di Desa Sumberargo setelah laporan warga kecil justru lebih dulu menyita perhatian publik. Dua siswa sekolah dasar, Alif dan Siska, menjadi pemicu sorotan itu ketika unggahan mereka di media sosial viral dan menampilkan kondisi jembatan yang rusak akibat banjir. Dari situ, persoalan yang semula hanya dirasakan warga lereng Argopuro berubah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Respons Cepat Setelah Video Viral
Kehadiran bupati di lokasi menjadi sinyal bahwa laporan sederhana dari anak-anak bisa berdampak besar jika menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Yusuf Rio Wahyu Prayogo tidak hanya melihat kerusakan dari jauh, tetapi meninjau langsung kondisi jembatan untuk memastikan penanganan yang tepat. Langkah ini juga menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap kepekaan sosial Alif dan Siska, yang berani menyuarakan keadaan di lingkungan mereka.
Warga Bergerak dengan Jembatan Darurat
Sambil menunggu penanganan lebih lanjut, masyarakat setempat tak tinggal diam. Mereka bergotong royong membangun jembatan darurat dari bahan kayu agar mobilitas warga tetap berjalan. Upaya swadaya ini menjadi penopang sementara bagi aktivitas harian warga yang bergantung pada akses tersebut. Di tengah kerusakan akibat banjir, solidaritas warga dan perhatian pemerintah kini sama-sama menjadi kunci agar persoalan di Sumberargo tidak berlarut.
Suara Kecil yang Menggerakkan Perubahan
Kasus ini memperlihatkan bahwa kepedulian tidak selalu datang dari orang dewasa atau dari jalur resmi. Dari dua siswa sekolah dasar, muncul dorongan yang memaksa masalah di Desa Sumberargo mendapat perhatian lebih cepat. Di lereng Argopuro, suara kecil itu berubah menjadi pengingat bahwa kerusakan infrastruktur desa bukan sekadar urusan teknis, melainkan soal keselamatan, akses, dan kehidupan warga sehari-hari.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
