Sebuah ledakan petasan di Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa seorang pelajar. Korban berinisial MA (10) meninggal dunia setelah petasan besar yang dimainkan bersama dua temannya meledak pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Dua anak lain yang berada di lokasi turut mengalami luka ringan.
Petasan Ditemukan di Selokan lalu Dibawa Pulang
Peristiwa itu bermula ketika MA bersama teman-temannya menemukan petasan berukuran besar di selokan. Benda berbahaya tersebut kemudian dibawa pulang tanpa memahami risiko yang mengintai. Keesokan harinya, petasan itu dicoba dinyalakan di halaman rumah. Situasi yang semula dianggap permainan justru berakhir fatal saat ledakan terjadi dan menghantam para korban.
Polisi Lakukan Olah TKP
Kapolsek Jiken AKP Sulbekti menjelaskan, setelah kejadian aparat langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penanganan awal, ledakan tersebut menewaskan MA di tempat, sementara dua temannya hanya mengalami luka ringan. Polisi juga menyoroti bahaya petasan berdaya ledak tinggi yang kerap dianggap sepele oleh anak-anak.
Imbauan untuk Orang Tua
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pengawasan orang tua tidak boleh longgar, terutama saat anak bermain di luar rumah dan berhadapan dengan benda yang berpotensi meledak. Kepolisian meminta keluarga lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat satu kesalahan kecil dalam menangani petasan bisa berujung pada korban jiwa.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
